22 October 2019, 15:06 WIB

Soal Wagub DKI, Gerindra Sebut Pansus Tidak Diperlukan Lagi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Achmad Syaikhu kandidat Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno 

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif menuturkan untuk pemilihan wakil gubernur tidak perlu membuat pantia khusus (pansus). Ia meminta pembahasan wagub langsung dibawa ke rapat pimpinan gabungan (rapimgab). Diketahui masa kerja pansus sudah selesai pada 26 Agustus lalu. Namun hal itu tak kunjung kelar karena pergantian anggota DPRD yang baru. Bola pemilihan wagub DKI masih di tahap penyusunan draf tata tertib (tatib) wagub, namun hal itu belum disahkan.

"Iya, kemarin kan sudah selesai (penyusunan tatib). Diserahkan kepada pimpinan tinggal dibawa ke rapimgab untuk di bawa ke paripurna. Jadi tidak perlu dibuat pansus lagi," ujar Syarif saat dihubungi, Jakarta, Selasa (22/10).

Setelah nanti tatib disahkan, baru bisa melakukan pemilihan wagub DKI untuk menggantikan Sandiaga Uno yang maju dalam Pilpres 2019. Menurut Undang-undang No 10/2016 tentang Pilkada, pemilihan wakil kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Hingga kini, terdapat dua cawagub DKI yakni Achmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang menunggu untuk dipilih.

"Setelah tatib disahkan tahap berikutnya menentukan panlih (panitia pemilihan). Nah panlih itu yang akan melakukan verifikasi, menanyakan pada calon (wagub) atau pada partai pengusung. Ini masih dua ya (calon wagub). Pertanyaan itu nanti yang bertanya dari panlih," terang Syarif.

Syarif pun belum bisa berkomentar mengenai kapan pelaksanaan rapimgab. Karena itu merupakan wewenang pimpinan DPRD DKI.

"Saya enggak bisa komentar soal itu. Tanyakan pada ketua dan wakil ketua saja. Saya menghimbau supaya cepat (rapimgab). Sebelum akhir tahun dapat wakil gubernur," tandas Syarif.

baca juga: Gerindra Pastikan Sandiaga tidak Jadi Wagub DKI Lagi

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi menyebut Ahmad Syaikhu harus mundur jika ingin maju sebagi wagub. Pasalnya saat ini Syaikhu menjadi anggota DPR terpilih.

"Enggak (perlu cuti). Kalau dicalonkan di sini (wagub), di sana (DPR) harus mengundurkan diri. Itu persyarakatan awalnya begitu," tandas Suhaimi. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT