22 October 2019, 15:15 WIB

PKS Ejek Prabowo, Kemarin Kompetitor, Sekarang Pembantu


Whisnu Mardiansyah | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri)

WAKIL Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan publik yang akan menilai kepatutan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masuk kabinet. Prabowo seharusnya memperhitungkan konsekuensi bergabung dengan kabinet.

"Itu yang harus mengukur beliau ya. Beliaulah yang pertama kali harus mengukur, apakah itu akan menurunkan muruah beliau, kemarin jadi kompetitor, sekarang jadi pembantu," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).

Bergabungnya Gerindra ke kabinet, kata Hidayat, tidak membuat partainya merasa ditinggalkan. PKS sudah tidak memilki keterikatan dengan koalisi manapun.

Seharusnya, kata Hidayat, partai bertanggung jawab atas suara rakyat yang telah memilih di Pilpres 2019 kemarin.

"Jadi yang sudah bubar ya tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan, jadi masing-masing menjalankan policy partai dan menjalankan sikap itu kepada rakyat, dan tentu pada Tuhan yang Maha Esa. Enggak, enggak, enggak akan sendirian. Liat saja. Enggak akan sendirian," tegas Hidayat.

Baca juga: PA 212 Ultimatum Prabowo Bebaskan Ulama Termasuk Rizieq

Wakil Ketua MPR itu menambahkan sebagian rakyat pasti tidak setuju semua partai bergabung ke kabinet. Sistem demokrasi berjalan dengan adanya sistem check and balances.

"Rakyat sekarang kalau dibuat survei gitu ya, saya kira tidak kurang dari 60% yang menghendaki adanya checks and balances. Itu artinya PKS enggak sendirian. Jadi kami konsisten dengan sikap ini. Sekali lagi bukan apa-apa," tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditawari posisi menteri di Kabinet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Prabowo mengaku diminta membantu di bidang pertahanan.

"Saya diizinkan menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Prabowo menghadap Presiden Jokowi bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.  Ia pun mengaku siap mengemban amanah yang diberikan itu.

"Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo. (OL-2)

BERITA TERKAIT