22 October 2019, 10:20 WIB

Ma’ruf Amin Janji Lanjutkan Kinerja JK


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kanan) menerima buku Memori Jabatan Wakil Presiden dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
 Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kanan) menerima buku Memori Jabatan Wakil Presiden dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kanan) menerima buku Memori Jabatan Wakil Presiden dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana.

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi kinerja pendahulunya, Jusuf Kalla. Ia berkomitmen melanjutkan kinerja JK dalam membantu tugas-tugas presiden secara optimal.

“Pak JK tidak hanya lebih dulu menjabat, tetapi juga menorehkan banyak prestasi. Karena beliau lebih dulu, harus memperoleh pujian dari saya. Saya ingin meneruskannya (kinerja JK) dan mudah-mudahan bisa. Kepemimpinan negara ini harusnya berkelanjutan,” kata Ma’ruf dalam acara serah terima jabatan di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan latar belakangnya dari kalangan santri mempunyai prinsip untuk tetap menghormati pendahulu. Karena itu, ia sangat menghormati JK sebagai pendahulunya.

“Saya juga ingin tetap mendapatkan bimbingan dan nasihat dari Pak JK. Mudah-mudahan selama lima tahun ke depan kita juga bisa mewariskan­ apa yang dilakukan Pak JK,” imbuhnya.

Dia memastikan akan tetap berkomunikasi dengan JK untuk konsultasi perihal tugas-tugas wapres, juga meminta kepada seluruh staf di Kantor Wapres yang selama ini membantu JK agar membantunya dalam menjalankan tugas. “Anggap saja di sebelah saya ada Pak JK sehingga rasanya seperti bekerja dengan Pak JK,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, JK menyerahkan memori jabatan kepada Ma’ruf. JK mengatakan wapres merupakan jabatan tidak mudah. Wapres memiliki kewenangan yang terbatas dan memiliki tugas utama membantu presiden. Ia juga berpesan kepada seluruh staf Kantor Wapres untuk membantu kerja-kerja Ma’ruf secara maksimal.

“Kekuatan wakil presiden hanya pada rapat. Presiden bisa mengeluarkan keppres (keputusan presiden) atau perpres (peraturan presiden). Menteri bisa keluarkan kepmen (keputusan menteri). Namun, tidak ada namanya kepwapres,” selorohnya.

Seusai sertijab, Ma’ruf langsung bertolak ke Jepang menghadiri penobatan Kaisar Naruhito. Agenda itu menjadi lawatan luar negeri pertamanya setelah resmi menjadi wapres. Dalam kunjungan tersebut, Ma’ruf didampingi istrinya, Wury Ma’ruf Amin, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Dhk/P-3)

BERITA TERKAIT