22 October 2019, 11:45 WIB

Progres Konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 97,4%


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengungkapkam progres pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) telah mencapai 97,4%.

Ditargetkan, jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan itu akan rampung dan bisa beroperasi pada akhir tahun ini.

Keberadaan Tol Balsam diharapkan dapat menjadi tulang punggung rencana pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Jalan bebas hambatan itu diproyeksikan dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa serta memotong waktu tempuh dari Balikpapan-Samarinda dan sebaliknya dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam.

"Kami harap, setelah terbangunnya jalan tol ini, kawasan perekonomian baru mulai muncul. Daerah itu nantinya mampu mendorong pengembangan industri di sekitar yang meliputi kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Endra Atmawidjaja melalui keterangan resmi, Selasa (22/10).

Baca juga: Kenaikan Tarif Transportasi Penyeberangan 28% tak Sesuai Harapan

Tol Balsam juga menjadi akses penghubung ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara itu dapat ditempuh dalam waktu 20 menit.

Tol dengan panjang 99,35 kilometer itu terbagi ke dalam lima seksi yakni Seksi I ruas Balikpapan-Samboja (22,03 km), Seksi II ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 km), Seksi III Muara Jawa-Palaran (17,50 km), Seksi IV Palaran-Samarinda (17,95 km), dan Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan (11,09 km).

Dari lima seksi itu, Kementerian PU-Pera dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan untuk meningkatkan kelaikan finansial ruas tol.

Pembangunan Seksi I menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp1,5 triliun dan APBN sebesar Rp271 miliar.

Adapun, Seksi V didanai APBN yang berasal dari pinjaman Pemerintah Tiongkok sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi.

Untuk Seksi II, III dan IV, pembangunan akan menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Secara total, nilai investasi Tol Balsam mencapai Rp9,9 triliun. (OL-2)

BERITA TERKAIT