22 October 2019, 08:10 WIB

Utamakan Solidaritas dalam Dinamika Kabinet


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate

PARTAI NasDem berharap Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat bekerja secara efektif. Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate meyakini Presiden Jokowi memiliki pertimbangan matang dalam membentuk kabinet yang bertujuan mewujudkan visi dan misi pemerintahan ke depan. Termasuk pertimbangan untuk melebarkan sayap koalisi dengan Gerindra.

“Kabinet yang pasti untuk meningkatkan kinerja presiden. Kalau ada pertimbangan pelebaran kabinet tetap mengacu pada peningkatan kinerja presiden. Solidaritas kabinet terjaga dengan baik, koordinasi di­antara portofolio kabinet juga dilakukan dengan baik dan diharapkan tentu peningkatan kinerja,” ungkap Johnny.

Johnny melanjutkan, NasDem menyerahkan sepenuhnya keputusan kabinet dan koalisi kepada Presiden Jokowi. NasDem sejak awal menghargai hak prerogratif dari presiden, baik dalam tatanan normatif maupun komitmen politik. Keberhasilan kabinet, dikatakan Johnny, adalah keberhasilan bersama-bersama dengan presiden.

“Memang sudah tugas kami memenangkan pasangan calon dan mengawal kebijakan pemerintahannya, dan tentu hasil akhirya adalah hasil akhir yang baik,” ungkapnya.

Johnny menegaskan bahwa NasDem mengutamakan sikap solidaritas sebagai satu bangsa dalam melihat dinamika pembentukan Kabinet Kerja jilid II. Hal itu sesuai dengan sikap presiden yang selalu menyampaikan bahwa Indonesia harus kuat di dalam negeri dalam menyongsong arus globalisasi dan tekanan global yang dinamis serta tidak menentu.

“Untuk bisa berhasil sebagai bangsa kita harus bersatu harus kuat. Karenanya NasDem mendukung sekali silaturahim kebangsaan, mendukung sekali yang namanya safari-safari kebangsaan karena itu dibutuhkan khususnya di antara para pemimpin partai politik ya, setelah itu yang terkait dengan teknis kabinet tentu urusan presiden kita hormati betul.”

Johnny mengatakan NasDem mengajak kepada setiap pihak untuk menyambut dengan baik susunan Kabinet Kerja jilid II yang akan segera diumumkan Jokowi. Dirinya berharap Kabinet Kerja jilid II mampu membantu Jokowi menuntaskan program-program yang belum tuntas di periode pertama.

“Pak Jokowi kemarin mengingatkan kita punya target seabad Indonesia, 2045 untuk menjadi bangsa dengan kekuatan GDP kelima terbesar di dunia, US$7 triliun itu tidak main-main dengan penghasilan US$320 juta per kapita per tahun. Ini kan tantangan bersama kita dan harus disiapkan dari sekarang itu,” ujarnya.

 

Menolak

Di sisi lain, warganet milenial condong menolak Prabowo Subianto diangkat menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo. Sinyal Prabowo masuk kabinet menguat setelah mantan calon presiden ini datang ke Istana Negara, Jumat (11/10).

“Mereka tidak setuju kalau se­andai­nya Prabowo menjadi menteri,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang.

Warganet yang dimaksud, kata Rustika, ialah kelompok netizen berusia 18-25 tahun dan 26-35 tahun. Selain tak setuju Prabowo masuk kabinet, warganet di dua kelompok ini juga rajin merekomendasikan sejumlah nama untuk dipertahankan.

“Sebanyak 46,88% dari kelompok ini menawarkan beberapa nama, yakni Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti), Sri Mul­yani (Menteri Keuangan), dan Basuki (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)­,” kata Rustika.

Warganet milenial juga menyodorkan nama Jenderal (purn) Djoko Suyanto­ menjadi Menteri Perhubungan­. Nama Rizal Ramli juga disebut, termasuk beberapa menteri yang berasal dari Papua. (P-1)

BERITA TERKAIT