22 October 2019, 07:52 WIB

Pemerintah Siap Implementasikan Bahan Bakar B30 pada Januari 2020


mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Aprillio Akbar
 Antara/Aprillio Akbar
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) mengisi bahan bakar B30 ke kendaraan saat peluncuran uji jalan.

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebutkan bahwa B30 akan dimulai pada Januari 2020. Kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi energi fosil melalui campuran 30% Bahan Bakar Nabati (B30) menurutnya segera terwujud.

Sekjen Dewan Energi Nasional yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan uji coba penggunaan campuran biodiesel 30% menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau B30 ditargetkan selesai.

"Mulai awal tahun 2020, penggunaan komposisi minyak sawit (FAME) pada biosolar sudah mencapai 30% dari saat ini sebesar 20%," ujar alumnus sarjana Teknik Perminyakan dan Program Doktral pada Teknik Perminyakan ITB itu di Jakarta, Senin (21/10).

Djoko Siswanto menambahkan, pemerintah akan mengimplementasikan B30 pada sektor transportasi untuk kereta api dan kapal.

Ia menambahkan, kebijakan penggunaan B30 dipicu tingginya impor solar. Padahal, Indonesia adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Sehingga, ketersediaan bahan baku kelapa sawit Indonesia sangat melimpah. Ia berharap dengan hadirnya B30, Indonesia tak lagi menjadi negara importir solar, dan bahkan avtur.

Djoko mengajak generasi muda untuk mendukung program penggunaan B30 tersebut. Karena selain mengurangi beban negara dari sisi keuangan, penggunaan B30 ini juga sangat ramah lingkungan.

Upaya penggunaan B30, kata Djoko, juga merupakan komitmen Indonesia kepada dunia untuk menjaga lingkungan hidup. Tentunya, kata dia, agar dunia tetap bersih, tetap sehat. B30 juga merupakan jawaban dari Indonesia untuk mencegah terjadinya pemanasan global. (Antara/OL-09)

BERITA TERKAIT