22 October 2019, 07:20 WIB

Kembali ke Minahasa dengan Tangan Hampa


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu melambaikan tangan saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

TIGA jam menunggu di dalam Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu, atau akrab disapa Tetty Paruntu, akhirnya harus kembali dengan gigit jari.

Pasalnya, bupati cantik yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Golkar Sulawesi Utara ini hanya ditemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Mahmudin menyebut Tetty datang ke Istana karena diusulkan Golkar sebagai calon menteri di Kabinet Kerja jilid II.

Namun, alih-alih diterima menjadi calon menteri, Tetty pun tak ditemui Jokowi. “Bukan (calon menteri) karena tidak bertemu dengan Presiden. Jadi, dia hanya datang untuk menemui Pak Airlangga,” ungkap Bey.

 Airlangga tak menjelaskan secara gamblang soal kedatangan Tetty dan kenapa kadernya tak ikut bertemu Presiden.

“Ya tentu karena beliau sebagai bupati banyak hal yang dibahas, tetapi juga belum tentu dengan Pak Presiden,” kata Airlangga.

Tetty tidak keluar Istana Kepresidenan lewat pintu depan seperti calon menteri lain. Dia keluar lewat pintu samping.

Padahal, ketika masuk ke Istana Kepresidenan, Tetty melangkah dengan mantap dan semringah. Dia menggunakan kemeja khas yang dikenakan para calon menteri Kabinet Kerja jilid II.

Saat ditanya wartawan ketika menginjakkan kaki ke Istana, Bupati Minahasa Selatan dua periode ini memilih tersenyum.

Menurut Elsiana Paruntu, adik kandung sang bupati, kakaknya diundang pihak Istana untuk datang menghadap Presiden Jokowi.

“Saya minta ke kakak saya untuk mengecek kembali undangan pihak Istana. Takutnya hoaks. Ternyata benar ada kontak telepon langsung dari Istana Presiden. Saya dan kakak saya enggak tahu maksud dipanggil Presiden Jokowi,” kata Elsiana Paruntu via pesan Whatsapps, kemarin.

Tetty berasal dari keluarga terpandang di Sulawesi Utara. Ayahnya merupakan mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Paruntu, dan ibundanya, Jenny Y Tumbuan, ialah politikus dan pernah menjabat sebagai anggota DPR. Anak Tetty, Adrian Jopi Paruntu, saat ini tercatat sebagai anggota DPR yang tergolong milenial. Berdasarkan data LHKPN KPK, Adrian memiliki harta kekayaan Rp1,64 miliar.

Tetty pada 2 Oktober lalu pernah dibuat repot oleh lembaga antirasuah. Dia dipanggil sebagai saksi pada kasus penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, terkait dengan kasus dugaan penerimaan suap revitalisasi pasar di Kabupaten Minahasa Selatan.

Pemanggilan para calon menteri akan berlangsung sampai hari ini. Masih adakah calon menteri yang akan gigit jari lagi? (Akmal Fauzi/Voucke Lontaan/X-4)

BERITA TERKAIT