22 October 2019, 01:40 WIB

Otoritas Hong Kong Minta Maaf atas Insiden Masjid


Uca/X-11 | Internasional

Ed JONES / AFP
 Ed JONES / AFP
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam (C) keluar dari Masjid Kowloon, atau Masjid dan Islamic Centre Kowloon.

DEMONSTRASI yang kembali terjadi di Hong Kong pada Minggu (20/10) diwarnai penembakan meriam air berisi air berwarna biru ke gerbang masuk Masjid Kowloon. Hal tersebut menimbulkan kemarahan bagi warga muslim setempat dan demonstran. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan Kepala Polisi Hong Kong Stephen Lo akhirnya kemarin mengunjungi langsung Masjid Kowloon.

Perwakilan Masjid kowloon mengatakan bahwa kedua pejabat Hong Kong tersebut telah meminta maaf atas insiden penembakan ke gerbang masuk Masjid Kowloon. Pihak perwakilan Masjid Kowloon pun telah menerima permintaan maaf dari keduanya.

Perwakilan Masjid Kowloon juga berte­rima kasih kepada jemaah dan warga Hong Kong yang telah berbondong-bondong membantu membersihkan masjid segera setelah insiden penembakan tersebut.

Dalam kunjungan singkatnya ke Masjid Kowloon, Carrie Lam dan Stephen Lo tampak dikelilingi barisan penjaga keamanan. Keduanya muncul sekitar 20 menit setelah masuk ke masjid tanpa berbicara kepada media. Kantor Lam maupun kepolisian juga tidak memberikan tanggapan ketika ditanya awak media perihal kunjungannya tersebut.

Namun, sebuah sumber dari kepolisian Hong Kong mengatakan kepada AFP bahwa komisionernya memang telah menyampaikan maaf dan perincian lebih lanjut terkait hal tersebut akan segera dirilis.

Sebelumnya, sebuah rekaman video menunjukkan truk polisi berhenti di luar gedung Masjid Kowloon, kemudian menyemprotkan air ke arah wartawan dan saksi mata yang berkumpul di jalan di luar masjid pada Minggu (20/10). Kelompok yang tampak bukan bagian dari demonstran tersebut diserang dua kali dengan meriam air yang kemudian mengotori gerbang masuk dan tangga masjid dengan noda biru.

Polisi Hong Kong sengaja menggunakan pewarna biru dalam air, yang kerap dicampur bahan iritan, sebagai cara untuk mengidentifikasi demonstran. Namun, cara tersebut sering meninggalkan noda biru tua di jalan-jalan maupun gedung-gedung.

Bangunan asli Masjid Kowloon didirikan pada akhir abad ke-19 untuk digunakan beribadah oleh tentara muslim asal India di Hong Kong yang saat itu diperintah Inggris. Bangunan tersebut kemudian dipugar pada awal 1980-an dan tetap menjadi pusat bagi 300 ribu komunitas muslim. (Uca/X-11)

BERITA TERKAIT