21 October 2019, 22:56 WIB

Jadi Tuan Rumah F1 2020, Vietnam Siap Sambut Para Turis Asing


Deri Dahuri | Olahraga

Foto/AFP
 Foto/AFP
Ajang balap mobil Formula 1 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Kota Hanoi, Vietnam akan menjadi tuan rumah balap mobil F1 pada 2020.

PARIWISATA global diprediksi akan tumbuh dan jumlah wisatawan pun meningkat menjadi 1,8 miliar wisatawan pada 2030. Negara-negara di Asia seperti Tiongkok, India, Vietnam, Sri Lanka, Korea, dan Taiwan diperkirakan akan mengambil pangsa pasar lebih besar untuk pariwisata Asia-Pasifik.

Dengan meningkatnya pariwisata di kawasan Asia baik itu untuk keperluan bisnis atau liburan, tentu akan ada lebih banyak wisatawan, penerbangan, pekerjaan, pendapatan, dan kebutuhan konsumen - semuanya menciptakan peluang baru dan menarik bagi industri ini.

Vietnam, sebagai salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dengan pasar yang luar biasa menarik, baru saja terpilih menjadi tuan rumah Grand Prix ke-4 Formula satu (F1) di Asia, selain Tiongkok, Jepang, dan Singapura. Hanoi akan menjadi tuan F1 pada 3-5 April 2020.

Para pembalap Inggris Lewis Hamilton dari tim Mercedes-AMG Petronas Motorsport yang lima gelar juara dunia F1, Valtteri Bottas dari Finlandia dan juga dari tim Mercedes yang baru menjuarai GP Jepang, dan pembalap Jerman Sebastian Vettel dari tim Scuderia Ferrari yang juga pemegang empat kali juara dunia F1.

Selain tiga pembalap elite F1 tersebut, para penggemar F1 ingin menyaksikan aksi pembalap muda beruisa 22 tahun, Charles Leclerc dari Monako. Pembalap muda dari tim Ferari yang telah naik podium pertama dua kali tersebut siap bertarung di jalan-jalan di pinggiran barat ibu kota di Hanoi, Vietnam.

Produk domestik bruto Vietnam (PDB) per kapita adalah US$2.726, sementara pendapatan lebih tinggi di kota-kota besar di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Mejadi tuan rumah Grand Prix F1 membutuhkan dana besar, namun pejabat Vietnam melihat ajang balap mobil bergengsi tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan wisatawan domestik dan internasional ke Vietnam.

Dengan digelarnya F1 pada 2020, pariwisata Vietnam akan berkembang dan wisatawan diperkirakan akan meningkat 30%.  Industri pariwitsa negara di kawasan Asia Tenggara tersebut diperkirakan akan menyumbang 10% dari pertumbuhan  produk domestik bruto (PDB) pada 2020.

Setidaknya 1 triliun Dong (US$42,9 juta) akan diinvestasikan Vietnam Grand Prix Co untuk menjadi tuan rumah acara ini, seperti yang dilaporkan situs berita Tri Thuc Tre, mengutip informasi dari Komite Rakyat Hanoi.

Hanoi sekarang memiliki 35 ribu perusahaan akomodasi wisata dengan hampir 61 ribu kamar, termasuk 67 hotel bintang tiga hingga lima yang terdiri dari 10 ribu kamar dan tujuh apartemen wisata mewah yang tercatat sebanyak 1.350 kamar.

Dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata ini, permintaan untuk pekerja profesional pariwisata dan perhotelan yang terampil juga akan meningkat.  Dalam mendukung permintaan yang meningkat untuk para pekerja profesional pariwisata dan perhotelan, School of Tourism & Hospitality Singapore Management Institute Institute of Singapore (MDIS) akan menawarkan  program diploma.

Program yang tersebut selaras dengan kebutuhan industri melalui Tourism and Hospitality Operations, bersama dengan program perhotelan saat ini mulai dari tingkat International Foundation Diploma hingga Magister dengan spesialisasi di bidang perhotelan, manajemen event & pariwisata. 

Isaac Joshua, Kepala MDIS School of Tourism & Hospitality mengatakan, “Professional diploma ini adalah program dasar holistik yang memungkinkan peserta didik mengakses peluang tanpa batas dalam industri pariwisata dan perhotelan global, termasuk Vietnam.”

Menurut Joshua, siswa dapat melanjutkan ke International Foundation Diploma dalam Manajemen Perjalanan, Pariwisata dan Perhotelan, Higher Diploma dalam Pariwisata, Perhotelan dan Manajemen Event, Sarjana Sains (Honours) dalam International Tourism and Hospitality Management, hingga akhirnya Magister Ilmu Pariwisata dan Perhotelan. (OL-09)

BERITA TERKAIT