22 October 2019, 00:40 WIB

FIFA Pantau Langsung Kongres PSSI


Faj/AT/R-1 | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.

KONGRES Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 2 November mendatang di Jakarta dipastikan akan dipantau langsung utusan FIFA dan Federasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha mengatakan hadirnya wakil FIFA dan AFC makin memperkuat legitimasi kepe­ngurusan PSSI periode 2019-2023 yang akan dipilih dalam kongres tersebut.

“Kita tentu berharap acara KLB PSSI bisa berjalan dengan lancar dan tertib serta menghasilkan output yang positif untuk sepak bola Indonesia ke depan,” kata Tisha, dilansir dari laman PSSI, kemarin.

Sejauh ini Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) telah menetapkan 11 calon ketua umum, 15 calon wakil ketum, dan 71 calon komite eksekutif (exco).

Para kandidat akan melangsungkan sosialisasi dan kampanye pada 23-31 Oktober. KP juga akan menggelar debat antarkandidat di depan para voter yang terdiri atas 34 asosiasi provinsi (asprov), 18 klub Liga 1, 22 klub Liga 2, 10 klub Liga 3, 1 asosiasi futsal, dan 1 asosiasi sepak bola wanita.

Di sisi lain, jelang kongres PSSI, kerusuhan kembali mencoreng sepak bola Indonesia. Laga derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dan ­Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, di Liga 2 kemarin diwarnai rusuh di dalam lapangan maupun di luar stadion.

Di dalam lapangan, pemain kedua kesebelasan terlibat kericuhan. Hal itu dipicu ketidakpuasan pemain PSIM terhadap sikap pemain ­Persis yang mengulur-ngulur waktu.

Seusai laga yang berkesudahan 3-2 untuk Persis itu, pendukung PSIM yang tidak puas menyerbu lapangan.

Untuk meredam kerusuhan di luar stadion, polisi bahkan harus menembakkan gas air mata. (Faj/AT/R-1)

BERITA TERKAIT