22 October 2019, 00:00 WIB

Marcell Siahaan Dukungan untuk Pemerintahan Baru


Suryani Wandari Putri | Hiburan

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
 MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Marcell Siahaan

DENTUMAN drum dari gebukan stik di tangannya membuat Marcellius Kirana Hamonangan atau yang akrab dipanggil Marcell Siahaan, 42, sukses memanaskan pembukaan konser bertajuk Marcell Tujuh Belas, Jumat (18/10) malam, di Balai Sarbini, Jakarta. Marcell merupakan seorang penabuh drum sebelum berpindah haluan menjadi seorang solois. Ia hadir di area panggung tepat pada pukul 20.16 WIB dengan tampilan sederhana menggunakan kemeja biru keunguan dan celana hitam. Setelah berhasil membuat penonton berdecak kagum dengan permainan drumnya, ia kembali memukau audiens saat melantunkan Denganmu, lagu hit di album keduanya.

Setelah menyapa penggemarnya, ia melanjutkan nyanyiannya dengan membawa lagu berjudul Demi Waktu milik band Ungu yang diaransemen oleh dirinya pada 2013. Malam itu, Marcell menyanyikan beberapa lagu populer sepanjang kariernya yang bisa dinikmati penonton dari berbagai generasi.  

Konser itu memang dihelat untuk merayakan perjalanan karier bermusiknya selama 17 tahun terakhir. “Selamat datang di konser Marcell 17, semoga bisa berkenan. Di angka 17 ini sudah banyak cerita, jatuh bangun. Tahun ini saya memiliki terobosan baru dengan mengeluarkan single. Judul aslinya Perih Melihatmu Bersamanya, tapi kami sepakat untuk mengganti judulnya menjadi Perih,” ungkap Marcell.

Bersama sang istri, Rima Melati Adams, Marcell berduet menyanyikan lagu The Very Thought of You dan Sepanjang Jalan Kenangan, yang kemudian disusul kehadiran tiga anaknya di atas panggung dengan sebuah buket bunga.

Konsernya yang terpaut dua hari dengan pelantikan presiden dan wakil presiden 2019-2024 juga memantik harapan buat pemerintahan yang baru. Setelah turun dari panggung, Marcell secara terbuka mengajak masyarakat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintahan periode mendatang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang baru dilantik, Minggu (20/10).

Menurutnya, dengan dukungan itu, harapan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik akan tercapai. Kalaupun ada pihak yang tidak puas dengan kebijakan yang dibuat, masyarakat bisa menyampaikannya melalui jalur konstitusi. “Mari kita support pemerintahan yang baru,” tutur lelaki berdarah Ambon, Batak, dan Jawa itu.

Menurutnya, segala hal yang terjadi di masa lalu pada saat pemilihan presiden berlangsung merupakan masa lalu yang harus menjadi pel­ajaran bersama dalam menyongsong masa depan. “Sekarang saatnya kita mikirin bagaimana caranya kita bisa duduk bareng, diskusi bareng, dan memikirkan negeri yang lebih baik dan lebih sehat,” ujar peraih 6th AMI-Sharp Awards dalam kategori Lagu Rekam­an Terbaik untuk lagu Hanya Memuji itu.

Marcell pun meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap pihak yang menginginkan Indonesia terpecah-belah. Kepentingan bangsa harus lebih diutamakan ketimbang kepentingan kelompok. “Kita harus sadar bahwa masing-masing dari kita ini sama-sama memiliki tanah ini, memiliki air ini, dan memiliki apa pun yang ada di Indonesia,” beber lelaki kelahiran Bandung itu.

Nyanyi dan tinju

Menekuni dunia bernyanyi sejak 17 tahun lalu, Marcell tentu punya segudang aktivitas, tetapi tidak melupakan hobinya, bertinju. Ia bahkan mengatakan bahwa latihan tinjunya sudah termasuk semiamatir. “Tinju ini memang panggilan jiwa karena saya sejak dulu basic-nya berlatih Wing Chun, dan boxing itu musuh bebuyutan Wing Chun,” kata lelaki berkepala pelontos itu.

Ya, rupanya olahraga material arts bukan merupakan hal baru, setidaknya kurang lebih 12 tahun ia telah akrab dengan beberapa jenis seni bela diri, seperti Wing Chun, Tai Chi, hingga Brazilian Jujitsu.

Ia juga sangat yakin latihan tinjunya ini bisa membantu dirinya untuk mmemberikan napas panjang ketika bernyanyi sehingga bisa mempersembahkan yang terbaik pada konser tunggalnya malam itu. (Ant/H-2)

BERITA TERKAIT