21 October 2019, 20:10 WIB

Angin Kencang Terjang 12 Desa di Magelang, 400 Orang Mengungsi


Tosiani | Nusantara

ANT/Anis Efizudin
 ANT/Anis Efizudin
Warga melihat rumah yang ambruk akibat angin kencang di kaki Gunung Merbabu, Desa Ketundan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah, Senin (21/10).

ANGIN kencang menerjang 12 desa di lima kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sejak Minggu (20/10) sore. Hingga Senin (21/10) petang, angin belum juga reda. Akibat kejadian ini, puluhan rumah rusak, dan lebih dari 400 orang mengungsi karena ketakutan.

Di Kecamatan Pakis, angin melanda empat desa, dan di Kecamatan Sawangan terjadi di tiga desa. Di Kecamatan Ngablak, angin terjadi di tiga desa, sedangkan di Kecamatan Tegalrejo dan Kajoran, masing-masing terjadi di satu desa.

Pada 12 desa tersebut, angin kencang terjadi pada jam yang berbeda-beda. Rata-rata tiap desa merasakan angin kencang di atas pukul 16.00 WIB. Kemudian angin terus bertiup semakin kencang, dan mulai merusak bangunan, serta lingkungan mulai Minggu malam, pukul 20.00 WIB.


Baca juga: Kondisi Cuaca Halangi Operasi Udara Gunung Arjuno


Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan relawan berupaya menembus lokasi kejadian terlebih dahulu membersihkan jalan yang tertutup pohon, dan batang-batang bambu. Angin sempat berhenti dan bertiup lagi, sehingga saat membersihkan itu sejumlah personel terjebak dan tidak bisa meninggalkan lokasi karena di sekeliling mereka banyak pohon tumbang.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, akan meminta penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca tersebut. Penjelasan itu akan menjadi bagian untuk melakukan antisipasi dan kewaspadaan di hari-hari mendatang.

"Biasanya angin kencang terjadi untuk menandai pergantian musim, dari musim kemarau ke musim penghujan, atau sebaliknya. Namun, dengan durasi waktu yang terjadi begitu lama, kami akan mencari tahu apakah angin kencang ini memang merupakan penanda pergantian musim atau bukan," katanya, Senin (21/10). (OL-1)

BERITA TERKAIT