21 October 2019, 17:11 WIB

Kemensos Kunjungi e-Warong di Jeneponto


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK KEMENSOS
 DOK KEMENSOS
Sekretaris Ditjen PFM Nurul Farijati bersama Asdep Bidang Kompensasi Sosial Kemenko PMK Herbin Manihuruk mengunjungi Jeneponto.

Bertempat Dusun Sungguareng, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sekretaris Ditjen PFM Kemensos Nurul Farijati mengunjungi agen e-warong bersama Asdep Bidang Kompensasi Sosial Kemenko PMK Herbin Manihuruk dan perwakilan BRI, Taufik. Kunjungan tersebut untuk mengetahui bahan pangan tambahan lokal bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kunjungan tersebut disambut gembira oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, M Rusli Ramli. Harapan Rusli, jagung kuning, jagung putih, umbi-umbian seperti umbi kayu, umbi jalar, dapat dijadikan bahan pangan lokal tambahan. Selain itu beliau berharap dapat bekerja sama dengan Bulog agar kualitas beras sesuai dengan harga. Sehingga mampu bersaing dengan harga pasar.

Peningkatan kualitas harus dibarengi dengan peningkatan kuantitas. Ketika jumlah naik, diharapkan kualitas lebih baik lagi. Selain itu diharapkan ketersediaan pasokan beras pun harus sesuai.

''Survei ini dilakukan untuk memperdalam kajian mengenai bahan pangan tambahan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," ujar Sekretaris Ditjen PFM Kemensos Nurul Farijati. "Survei tersebut memperhatikan sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi penawaran akan ditinjau mengenai kesediaan agen BPNT dalam menyediakan bahan pangan lokal, dan diharapkan dapat memberikan gambaran detail, sehingga dapat menjadi acuan dalam program BPNT 2020," tambah Nurul.

Pada kesempatan tersebut Herbin mengatakan BPNT adalah salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. KPM mendapatkan 110 ribu yang tahun depan menjadi 150 ribu.

''Ini merupakan salah satu usaha untuk mengurangi beban pengeluaran KPM sehingga bisa mengurangi beban mereka dan harapannya dapat mengurangi angka kemiskinan. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, selain di tingkat awal kita memberikan bantuan untuk mengurangi beban pengeluaran pemerintah khususnya pangan, program-program untuk pemberdayaan KPM tetap dilakukan sehingga di satu titik KPM bisa dinyatakan mampum,'' jelas Herbin.

Di samping itu beliau juga menyebutkan pedoman baru sudah selesai dan disebarluaskan. Yang membedakan pedoman BPNT yang dibuat awal 2018 dengan 2019 ini, khususnya mengenai perluasan Tahap 2 BPNT, bahwa ada 202 kabupaten yang pada September dan oktober 2019 sedang mendapat penyaluran. Sehingga seluruh kabupaten dan kota sudah mendapat BPNT.

Pada 202 kabupaten ini terdapat area blank spot (lemah sinyal) sehingga penyalurannya dilakukan dengan kebijakan deskresi. Misalnya penyalurannnya bisa dilakukan 2 atau 3 bulan. Nanti menggunakan EDC offline.

Setiap e-warong diberikan mesin EDC. Di wilayah deskresi ini, 1 e-warong melayani 2 atau 3 desa. Sehubungan dengan adanya beberapa desa yang lemah sinyal maka dibuat 1 titik penyaluran. Sehingga pihak bank yang akan datang diberi kemudahan. Bagi KPM yang agak jauh, dirapel untuk 2 atau 3 bulan. Jadi KPM tidak perlu tiap bulan datang.

Selama 2 hari Herbin mendatangi lokasi program BPNT di Maros, Makasar dan Jeneponto. Beliau mengamati e-warong tersebut cukup lengkap. Sudah sesuai yang diharapkan. E-warung itu tidak hanya menjual beras dan telur tapi juga menjual bahan pangan lainnya.

Menurut beliau hal tersebut cocok untuk pengembangan program BPNT 2020. Karena tahun depan ada tambahan pangan bernutrisi. Pilihan baik dari segi karbohidrat, protein maupun tambahan makanan pendamping ASI.

Pendamping ASI ini tentunya dalam rangka menurunkan angka kekurangan gizi, maupun stunting. Seperti e-warong di Dusun Sungguareng ini mereka menjual berbagai macam lauk pauk. Mereka juga memiliki lemari pendingin yang dapat digunakan sebagai penyimpanan misalnya : ayam, ikan, atau daging.

Program BPNT adalah tranformasi dari rastra dan tentunya lebih tepat sasaran. Penyalurannya juga tepat waktu dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dengan data yg semakin hari semakin baik. Harapannya PMK tahun ini dapat memberikan 15,6 juta KPM untik seluruh Indonesia. Tahun depan juga masih 15,6 juta KPM hanya tambahannya adalah keragaman bahan pangan.

Sementara itu, Himbara siap mensupport program pemerintah termasuk rencana program BPNT di tahun 2020. Dalam hal ini BRI yang diwakili oleh Taufik sudah mempersiapkan infrastrukturnya. Seperti menyiapkan EDC, jaringan untuk wilayah yang blank spot dengan mempergunakan BRI satelit.

Sebagai partner pemerintah dalam pencairan Progranm BPNT, BRI berharap program BPNT 2020 sukses terlaksana. BRI sebagai agen develoment yang ditugaskan oleh pemerintah, telah mempersiapkan semua fasilitas dengan free of charge (tidak ada biaya apapun). Hal itu baik untuk pengadaan EDC ataupun minimum transaksi, maupun pembayaran jaringannya.

''Semua full free, ini tanggungbjawab kita sebagai bank himbara untuk menyukseskan program pemerintah. Komitmen BRI di tahun 2020 adalah mempersiapkan semua e-chanel, memperlebar sayapnya, yang diharapkan masyarakat lebih dimudahkan dalam bertransaksi dengan mudah ke mana masyarakat melangkah ada agen agen bank sehingga masyarakat mempunyai value addes dengan adanya BPNT ini,'' jelas Taufik. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT