21 October 2019, 17:02 WIB

Nadiem Makarim, Rela Tinggalkan Gojek Demi Bantu Pemerintahan


Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Salah satu pendiri yang juga CEO gojek Nadiem Makarim (tengah)

FOUNDER Gojek Nadiem Anwar Makarim pagi ini, Senin (21/10) tampak datang ke Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo. Nadiem tiba di Istana Negara pada pukul 10.20 WIB dalam balutan kemeja putih dan celana hitam.

Dia disebut-sebut akan menjadi salah satu Menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Kabar ini kemudian diperkuat dengan pernyataan resmi dari pihak Gojek yang mengatakan bahwa akan ada CEO baru yang menggantikan posisi Nadiem di perusahaan.

“Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya," ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (21/10).

Lantas, seperti apakah sebenarnya sosok Nadiem Anwar Makarim yang dipercaya Jokowi untuk menjadi salah satu pembantunya dalam menjalankan kabinet lima tahun ke depan?

Nadiem Anwar Makarim merupakan putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie. Dia dilahirkan di Singapura, 4 Juli 1984.

Bungsu dari tiga bersaudara ini mengenyam pendidikan sarjana di Brown University, Amerika Serikat dan melanjutkan pendidikan pasca-sarjana di Harvard Business School.

Usai lulus kuliah, Nadiem, sempat berprofesi sebagai konsultan manajemen di perusahaan konsultan Mckinsey & Company di Jakarta, menjadi Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia, dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku.

Berbekal pengalaman yang dimilikinya, pada 2011 suami dari Franka Franklin kemudian mendirikan perusahaan Gojek. Ide mendirikan Gojek berawal dari kebiasaan Nadiem menggunakan jasa ojek untuk bepergian sehari-hari karena mobilitas yang tinggi.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, nama Gojek pun semakin besar dan mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Di bawah kepemimpinan Nadiem Gojek berhasil membanggakan bangsa, dengan menjadi salah satu unicorn Indonesia, sesuai dengan visinya.

‘Visi kita ke depan adalah untuk bisa membanggakan negara kita, karena bisnis kita bukan hanya untuk mencari untung tapi untuk menyejahterakan seluruh masyarakat di Indonesia,” tutur Nadim dalam salah satu video Gojek.(OL-4)

BERITA TERKAIT