21 October 2019, 16:25 WIB

Konten Komedi Paling Digemari di Tik Tok Indonesia


Fetry Wuryasti | Weekend

AFP
 AFP
Aplikasi Tik Tok

BELAKANGAN ini video dari lagu Entah Apa yang Merasukimu dari band ILIR7, viral. Salah satu faktor viral itu adalah kemunculan di aplikasi Tik Tok dan diaransemen DJ Gagak. Lagu ini disertai jogetan yang sangat simpel, yaitu dengan menyilangkan tangan dan membuat gerakan seperti mencubit.

Viralnya lagu tersebut adalah gambaran dari digemarinya konten komedi di Tik Tok di Indonesia. Hal ini pula yang dikatakan Angga Anugrah Putra - Head of User and Content Operations TikTok Indonesia, ditemui di Jakarta, Jumat (18/10).

"Konten Tik Tok tiap negara punya komposisi berbeda. Di Indonesia top 5 konten yaitu pertama komedi, vlog, fashion & beauty, ke empat talent, kelima food. Setelah itu yang lagi mau berkembang ads konten sport seperti tutorial fitness, futsal, basket. Kalau di India justru yang populer adalah sport khususnya kriket," jelas Angga.

Sementara di luar negeri, menurutnya, konten lebih banyak berupa meniru atau menciptakan gaya tarian baru dari sebuah ketukan lagu para musisi dunia.

Pemeringkatan konten favorit itu bisa saja berubah. Hal itu bergantung pada perkembangan zaman dan, tentunya juga, kreativitas para kreator dalam membuat konten-konten baru. "Ini open platform bagi siapa saja membuat konten kreatif apapun. Di sini bedanya kami ingin memperlihatkan real story dari real person," tambah Angga.

Meski mendukung beragam kreativitas, Tik Tok juga berupaya untuk tetap menampilkan konten yang sehat lewat sistem filtrasi atau penyaringan konten. Setiap konten yang masuk ke Tik Tok dikatakan telah melalui beberapa saringan.

Saringan pertama dilakukan mesin, yang mendeteksi kalau ada unsur pornografi, darah, kekerasan, maka video tidak akan bisa online. Selanjutnya flter dilakukan oleh tim, tanpa menghakimi konten.

"Makanya ketika upload video di Tik Tok ada delay 10-15 detik, untuk proses filter. Baru konten itu online. Mesin itu hanya scan, kemudian dicek oleh orang, dan itu lebih ke  format video dan benar-benar basic. Nanti setelah konten online, mencapai 4.000-5.000 views, content moderation team akan menilai konten," jelas Angga

Bila didapatkan video tidak sesuai dengan aturan komunitas, fungsi aplikasi sebagai distributor konten akan berhenti. Video tetap bisa ditonton follower dan pemegang akun bisa menshare personal.

"Tapi ekposure dari kami telah terhenti. Aturan komunitas sudah disematkan dalam banner di muka aplikasi. Dengan seperti itu kami bisa kontrol konten-konten yang bisa dikembangkan," pungkasnya. (M-1)

BERITA TERKAIT