21 October 2019, 15:52 WIB

Tiga Profesional Muda yang Dipanggil Jokowi Dinilai Layak


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim seusai menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta.

BURSA Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin semakin jelas. Pagi ini, Senin (21/10) tiga profesional muda dipanggil Jokowi ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Mantan CEO GoJek Indonesia, Nadiem Makarim lebih dulu menghadap Presiden. Mengenakan kemeja putih, Nadiem datang sekitar pukul 10.15 WIB.

Nadiem menyebut ditawari menteri oleh Presiden. Namun, Nadiem enggan mengomentari ihwal jabatan apa yang ditawarkan Jokowi. Ia mengaku sempat berdiskusi ihwal visi presiden di bidang sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan peningkatan investasi.

“Ini kehormayan luar biasa buat Saya. Saya diminta untuk bergabung ke kabinet, beliau mempercayai saya dengan tanggung jawab ini,” kata Nadiem.

Tak lama, Wishnutama Kusubandio juga datang ke Istana mengenakan kemeja putih sekitar pukul 11.05. Usai pertemuan, Tama mengaku diminta untuk membantu Jokowi.

Namun, ia mengaku belum mengetahui di mana ia menempati jabatan birokratis tersebut. Hanya, ia memberikan kisi-kisi bidang apa yang akan ditempati.

"Kira-kira di bidang yang (sesuai) kemampuan saya lah. Ya kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu juga meningkatkan devisa. Nah, bingung kan," ujarnya.

Selain itu, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir turut dipanggil Jokowi di Istana. Namun, Erick enggan menjawab ihwal jabatan apa yang ditawarkan Jokowi. Ia hanya menyebut berdiskusi ihwal persoalan ekonomi.

“Kalau masalah posisi sudah biar presiden yang mengumumkan,” kata dia.

Menurut ekonom Universitas Indonesia, Fitra Faisal, Indonesia memiliki banyak calon potensial dari kalangan muda yang bisa melahirkan terobosan dalam membantu mengatasi tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia di bidang ekonomi.

“Salah satunya, Nadiem Makarim. Dengan kredibilitas Nadiem dalam membangun Gojek, perusahaan rintisan yang dibangun satu dekade lalu dan kini telah menjadi Decacorn, atau punya valuasi di atas US$ 10 miliar, dirinya bisa diberi kepercayaan untuk beberapa bidang karena kemampuan eksekusi yang mumpuni,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/10).

Sementara itu, Direktur Suropati Syndicate, M Shujahri, mengomentari bahwa Erick Thohir masuk kategori layak untuk mewakili kalangan profesional di kabinet kedua Jokowi. "Selain profesionalisme dalam menjalankan tugas, integritasnya sudah terbukti selama ini," ujarnya.

Bahkan, menurut Shujari, dengan modal dan kredibilitas kerja yang sudah terbukti, Erick layak mengisi salah satu pos kementerian strategis yang menjadi kunci dalam mewujudkan lima program prioritas pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin selama 2019-2024.

Sedangkan, anggota Senate Indonesia Marketing Association, Fritzs Simandjuntak, menyatakan kepabilitas Wishnutama sebagai seorang profesional di industri media televis dibutuhkan untuk mengisi pos kementerian yang lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada hasil demi mengatasi tantangan jangka pendek di bidang ekonomi.

“Bidang pariwisata sebagai sumber devisa non migas Indonesia masih memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Terobosan-terobosan untuk menaikkan nilai tambah pariwisata Indonesia secara ekonomi hanya bisa dihasilkan oleh tokoh-tokoh muda yang kreatif, penuh inovatif, dan orientasi pada hasil yang langsung nyata dirasakan,” ujarnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT