21 October 2019, 14:11 WIB

Densus 88 Geledah Gardu Induk PLN Tasikmalaya


Kristiadi | Politik dan Hukum

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Anggota Polres Tasikmalaya membawa panah dan papan target yang didapat dari penggeledahan di ruang kerja W di Gardu Induk PLN. 

TIM Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu Anggota Polres Tasikmalaya menggeledah Gardu Induk Tasikmalaya PT PLN Persero yang berlokasi di Jl Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (21/10) pagi.

Ada dugaan pegawai PLN berinisial W adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah yang bermarkas di Jalan Karanggetas Kota Cirebon. W ditangkap oleh Densus 88 di Cirebon.

Supervisor PT PLN Gardu Induk Tasikmalaya, Andi Prasetyo membenarkan bahwa telah menerima tamu dari anggota polisi untuk melakukan penggeledahan di salah satu ruangan kantor yang ditempati oleh seorang karyawan berinisial W. Dalam penggeledahan ditemukan busur panah dan barang-barang lainnya.

"Kami melihat busur panah. Sedangkan barang lainnya langsung dimasukkan ke dalam kendaraan Inafis milik Polres Tasikmalaya Kota," kata Andi, Senin (21/10).

Petugas pengamanan PLN Gardu Induk Tasikmalaya, Isep Ramadan mengakui kenal dengan W yang baru dua tahun bekerja sebagai operator PLN. Dalam kesehariannya, W tinggal di mess karyawan.

"Dia sudah dua tahun bekerja di Gardu Induk PLN. W juga sudah mengikuti diklat. Saat ia tertangkap terkait terorisme terjadi di Cirebon," ungkapnya.

baca juga: Gojek Siapkan Pengganti Nadiem Makarim

Adapun barang bukti yang diamankan di Polres Tasikmalaya Kota yakni satu busur panah, dua anak panah, papan target, satu buah buku berjudul Abu Bakar Basyr, dua buku catatan, tiga pensil, empat pisau, tiga buah kacamata, pengerok jenggot, satu buah senjata angin merek Canon beserta isi peluru, dan satu buah teregis kain warna hitam. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT