21 October 2019, 07:59 WIB

Pejuang Kurdi Mulai Keluar dari Suriah Utara


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Satu keluarga asal Suriah meninggalkan Kota Ras al-Ain, yang kini sudah dikepung oleh pasukan Turki dan proksi Suriah. 

PASUKAN Demokrat Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi sepenuhnya menarik diri dari sebuah kota yang dikepung Turki di Suriah utara, Minggu (20/10). Hal ini tampaknya menjadi awal dari penarikan yang lebih luas di bawah kesepakatan gencatan senjata.

Ankara melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap SDF yang dipimpin Unit Perlindugan Rakyat (YPG), sebagian besar milisi Kurdi. Turki menganggap mereka sebagai kepanjangan tangan kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK)

Gencatan senjata yang diperantarai Amerika Serikat diumumkan Kamis (18/10) lalu, memberikan kesempatan untuk pasukan Kurdi sampai Selasa (22/10) malam untuk menarik diri dari daerah penyangga, yang ingin dibuat Ankara di wilayah Suriah di sepanjang perbatasan selatannya.

Komandan SDF Mazloum Abdi mengatakan pasukan Kurdi akan mundur dari zona 120 kilometer segera setelah mereka diizinkan keluar dari Ras al-Ain, yang dikepung oleh pasukan Turki dan proksi Suriah. SDF menambahkan para pejuangnya telah sepenuhnya mengevakuasi kota perbatasan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Seorang reporter AFP di medan perang melihat setidaknya 50 kendaraan, termasuk ambulans, meninggalkan rumah sakit kota. Puluhan pejuang berpakaian militer melewati pos-pos pemeriksaan yang dijaga oleh pejuang Suriah sekutu Ankara, lapornya. Di kota Tal Tamr, Samira, 45, berada di antara wanita dan pria yang membawa bendera SDF menunggu konvoi dari Ras al-Ain.

"Aku tidak percaya Sari Kani telah jatuh," ujarnya, menggunakan nama Kurdi untuk Ras al-Ain.

"Kami memberi hormat kepada pejuang kami yang membela kami, meskipun kekuatan besar mengkhianati rakyat kami," kata Samira kepada AFP.

baca juga: Daerah masih Butuh Infrastruktur Andal

Turki mengizinkan teroris YPG/PKK yang terpojok di kota untuk meninggalkan daerah itu dengan ambulans dan kendaraan sipil, wartawan Anadolu Agency melaporkan, Minggu.

Sejalan dengan perjanjian Turki dengan AS pada 17 Oktober, para teroris menggunakan rute yang dibuka oleh pasukan Turki dan meninggalkan kota itu ke distrik Qamishli di kota Hasakah. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT