21 October 2019, 03:00 WIB

Johnson Menolak Teken Surat Penundaan Brexit


Melalusa Susthira K | Internasional

10 Downing Street / AFP
 10 Downing Street / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan sangat terpaksa mengirimkan surat ke Uni Eropa untuk meminta perpanjangan waktu Brexit.

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson dengan sangat terpaksa mengirimkan surat ke Uni Eropa untuk meminta perpanjangan waktu Brexit setelah 31 Oktober. Surat itu mau tak mau dilayangkannya karena parlemen Inggris memilih amendemen yang akan menunda Brexit pada sesi pemungutan suara, Sabtu (19/10) kemarin.

Namun, Johnson yang berjanji akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober, menolak untuk menandatangani surat yang dikirimnya kepada Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk.

Dalam hari yang bersejarah di House of Commons, Sabtu (19/10) kemarin, para anggota parlemen menolak memberikan dukungan pada Perjanjian Penarikan yang telah direvisi Johnson dengan Uni Eropa minggu ini sampai undang-undang yang diperlukan untuk meratifikasinya telah disahkan oleh parlemen.

Setelah menolak mendukung kesepakatan perceraian, anggota parlemen mendesak undang-undang yang mewajibkan Johnson untuk mengirimkan surat kepada pemimpin Uni Eropa untuk meminta penundaan Brexit.

Sumber dari Downing Street menyebutkan Johnson telah mengirimkan surat yang berisi undang-undang yang mengharuskannya meminta penundaan pada Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan terkait Brexit. Namun, Johnson tidak menandatangani surat itu.

Johnson justru menandatangani surat lainnya yang menjelaskan bahwa ia tidak ingin menunda Brexit pada akhir bulan ini. Surat ketiga yang ditulis oleh Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow menjelaskan bahwa surat penundaan Brexit dikirimkan hanya untuk mematuhi hukum.

Terkait surat yang dilayangkan Johnson, Donald Tusk mengonfirmasi telah menerimanya surat permintaan perpanjangan waktu.

“Sekarang saya akan mulai berkonsultasi dengan para pemimpin Uni Eropa untuk menjawabnya,” terang Tusk dalam utas Twitter-nya, Minggu (20/10).

Sementara itu, sumber dari Uni Eropa mengatakan kepada AFP bahwa proses menjawab surat perpanjang Johnson akan memakan waktu beberapa hari dan menolak untuk menanggapi surat yang tak ditandatangani.

Menerima kekalahan

Sebelumnya, upaya Johnson untuk meloloskan Brexit harus kembali menerima kekalahan. Pada sesi pemungutan suara di parlemen Inggris, Sabtu (19/10) kemarin, dukungan suara parlemen atas amendemen Letwin yang akan menunda keputusan Brexit unggul sebesar 322 suara, sedangkan parlemen yang menolaknya sebesar 306 suara.

Amendemen Letwin diambil dari nama penggagasnya, yakni Oliver Letwin, mantan anggota parlemen dari Partai Konservatif yang mengatakan House of Commons akan menahan dukungan terhadap rencana Brexit hingga semua undang-undang yang diperlukan untuk mengimplementasikan keluarnya Inggris dari Uni Eropa disahkan oleh parlemen.

Hal itu akan memaksa Johnson meminta perpanjangan tenggat waktu kepada UE.

Anggota parlemen berkumpul untuk memberikan suara, sedangkan di luar parlemen lebih dari 100 ribu orang turun ke jalan menuntut untuk diadakannya referendum baru terkait keanggotaan Inggris di Unni Eropa.
\
Sebelumnya, Johnson berhasil membuat kesepakatan perceraian baru pada KTT Uni Eropa, Kamis (17/10). (AFP/I-1)

BERITA TERKAIT