21 October 2019, 01:00 WIB

Daerah masih Butuh Infrastruktur Andal


Januari Hutabarat | Nusantara

MI-Januari Hutabarat
 MI-Januari Hutabarat
Bupati Tapanuli Utara ­Nikson ­Nababan bersalaman dengan Joko Widodo.

PRESIDEN Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin diminta untuk  mempertahankan metode membangun Indonesia dari hulu hingga hilir. Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli Utara ­Nikson ­Nababan di Tarutung, ­Sumatra Utara, kemarin.

Dia mengatakan pembangunan Indonesia sebaiknya dimulai dari pinggiran agar tetap fokus pada infrastruktur dan membangun sesuai DNA Indonesia, yaitu sebagai negara agraris dan maritim.

Artinya, lanjut Nikson, kebijakan APBN juga harus fokus terhadap infrastruktur. Contohnya, perhatian khusus untuk kawasan Danau Toba.

Secara konkret, perhatian itu dapat diimplementasikan lewat penampungan anggaran di semua kementerian yang berkaitan dengan program Jokowi menjadikan Danau To-ba sebagai Bali kedua.
“Dana yang dianggarkan untuk pembangunan Danau Toba harusnya merata di setiap kabupaten/kota kawasan Danau Toba, serta tidak dipusatkan di satu kabupaten,” ujarnya.

Selain perhatian khusus untuk kawasan Danau Toba, kata Nikson, pembangunan universitas negeri di Tapanuli Utara juga sangat penting. Apalagi hal itu sejalan dengan pembangunan tol Danau Toba yang dimulai dari Kecamatan Muara hingga Pantai Tapanuli Tengah.

Terpisah, Gubernur ­Sumatera Selatan Herman Deru ­mengungkapkan beberapa harapan besar pada pasangan Jokowi-Ma’ruf yang dilantik kemarin. “Pertama, kalau bi-sa Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumsel dilanjutkan dan jangan pernah ada yang dikoreksi lagi,” kata Deru.

Contohnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dan pelabuhannya, termasuk Tol Trans-Sumatra dengan ruas Tol Indralaya-Lubuk Linggau dan Tol Kayu Agung-Palembang.

“Saya tidak banyak memin-ta. Harapan saya agar jalan nasional di Sumsel menjadi perhatian khusus karena ini menjadi urat nadi. Kalau tidak, serahkan saja ke provinsi jika memang jangkauannya terlalu jauh dari pusat supaya provinsi saja yang mengelolanya,” pinta Deru.

Jalan dan listrik

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), warga Desa Tedakisa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores, meminta agar di periode kedua kepemimpin-an Presiden Jokowi bisa ­dibangun infrastruktur jalan dan listrik serta membuka akses air bersih di pedalaman.

“Kami sangat berharap jalan dari kota ke desa kami dibuka dan diaspal. Dibangun jaringan listrik PLN dan dibuka akses untuk sumber-sumber air,” kata Maria Damiana Giri, warga Desa Tedakisa, ­Kecamatan Aesesa.

Sebagai informasi, Desa Tedakisa terletak di perbukit-an dan berjarak sekitar 15 kilometer dari Mbay, ibu kota Nagekeo. Jalan yang rusak membuat perjalanan dari kota menuju desa tersebut memakan waktu hingga 1,5 jam.

Kepala Desa Tedakisa Igna-sisus Laki menambahkan, setiap hari warga berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk mengambil air bersih di mata air yang terletak di dataran rendah.

“Di desa kami tidak ada sumber air. Kami juga membutuhkan listrik karena di desa kami belum ada listrik PLN,” ujarnya. (DW/PT/N-3)

BERITA TERKAIT