20 October 2019, 17:00 WIB

PT Inuki dan Timah Kolaborasi Pemanfaatan Radioisotop


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. PT. Inuki
 Dok. PT. Inuki
Kerja sama PT. Inuki dan PT> Timah dalam pemanfaatan radioisotop dan radiofarmaka

DUA perusahaan BUMN, PT INUKI dan PT Timah melakukan penandatanganan kerja sama operasional dalam rangka peningkatan produktifitas radioisotop dan radiofarmaka.

Penandatangan kerja sama itu dilakukan di kantor Kementrian Dadan Usaha Milik Negara, pekan lalu dan disaksikan langsung Deputi bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Asisten Deputi PISM, Rainoc, dan asisten deputi PISM II, Heri Purnomo.

Dalam MoU, PT Timah diwakili Direktur Pengembangan Usaha Trenggono Sutioso dan PT Inuki diwakili Direktur Produksi Bunjamin Noor. Sesungguhnya kedua pihak ini,

PT Inuki dan PT Timah sudah melakukan kerja sama sejak 2015 silam. Karena kerja sama yang baik itu, dipandang perlu untuk melakukan perpanjangan kerja sama yang sudah berjalan selama hampir empat tahun itu.

Bunjamin Noor  mengaku lega karena perjanjian kerja sama ini sudah berjalan dengan baik. Menurut Bunjamin, semangat dari perjanjian kerja sama ini adalah kerja sama operasi.

Baca juga : PT Inuki Ikut Berkontribusi Dalam Sidang Umum IAEA di Wina

“Ke depan ada sinergi Inuki dan Timah dalam memanfaatkan bahan milik Timah dengan memanfaatkan keahilian Inuki. Harapan saya tentunya keseluruhan para pihak, Inuki akan menjadi produsen radioisotop dan radiofarmaka tingkat dunia dengan dukungan Timah, serta menjadi bagian dari mata rantai penjualan hasil tambang Timah” kata Bunjamin dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, Timah dan Inuki akan mengoptimalkan pemanfaatan bahan milik Timah agar bisa meningkatkan nilai lebih dalam rangka sinergi BUMN.

Sementara itu, Deputi PISM Fajar Harry Sampurno berharap kerja sama kedua BUMN itu bisa menghasilkan produk kerja yang baik

“Intinya dalam kerja sama ini adalah komunikasi dan keterbukaan dan diharapkan ke depannya Inuki akan lebih baik lagi,” tutur Fajar Harry.

PT Timah adalah perseroan terbatas terbuka yang bergerak dalam bidang pertambangan. Sedanagkan PT. Inuki adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang produksi radioisotop dan radiofarmaka, elemen bakar nuklir, instrumentasi nuklir serta jasa rekayasa nuklir dan aplikasi teknik nuklir yang berpotensi dapat menggunakan bahan milik Timah. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT