20 October 2019, 17:43 WIB

Pembangunan SDM Prioritas Jokowi 5 Tahun Mendatang


Damar Iradat | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo berpidato usai dilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara.

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan pidato perdananya sebagai presiden periode 2019-2024. Dalam pidatonya, Jokowi menyebut, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas pemerintahan lima tahun ke depan. Pasalnya, untuk membangun bangsa, dibutuhkan juga SDM yang berkualitas.

Jokowi mengatakan, potensi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif kita jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.

Menurut dia, ini merupakan tantangan besar sekaligus sebuah kesempatan besar. Di sisi lain, hal ini akan menjadi masalah besar jika Indonesia tidak mampu menyediakan lapangan  kerja.

"Tapi akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul," kata Jokowi usai dilantik sebagai Presiden Periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.

Baca juga: JK Mendapat Standing Applause Sebagai Bentuk Apresiasi

Menurut Jokowi, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama. Menurut dia, perlu untuk membangun SDM yang pekerja keras dan dinamis.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak hanya itu, menurut Jokowi, perlu juga untuk mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita.

"Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu
endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita," ujarnya.  

Lebih lanjut, menurut dia, kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi dilantik dalam sidang paripurna MPR. Jokowi dan Ma'ruf mengucapkan sumpah dipimpin Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.

Sidang Paripurna pelantikan presiden dan wakil presiden dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo dihadiri tak kurang dari 689 anggota MPR. "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata Jokowi di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.

Usai pengucapan sumpah, Presiden dan Wakil Presiden menandatangani berita acara pelantikan. Para pimpinan MPR juga menandatangani berita acara itu.

Jokowi dan Ma'ruf bersalaman dengan sepuluh pimpinan MPR. Mereka ialah Ketua MPR Bambang Soesatyo dan deretan wakil ketua MPR Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, Fadel Muhammad.(Medcom.id/OL-4)

BERITA TERKAIT