20 October 2019, 15:45 WIB

Kabinet Periode II Diharapkan Lebih Sempurna


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

ANTARA/Reno Esnir
 ANTARA/Reno Esnir
Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

TENAGA Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan bahwa Presiden akan memenuhi sejumlah masukan dan usulan yang disampaikan terkait kabinet.

"Saya punya keyakinan dari beberapa pertemuan secara offline dengan bapak presiden, saya percaya bahwa kabinet hari ini adalah memenuhi semua unsur geopolitik dan termasuk di antaranya adalah kalangan kampus, profesional, dan milenial," kata Ngabalin saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung MPR RI, Jakarta Pusat, Minggu (20/10).

Periode kedua ini kabinet yang dimiliki Joko Widodo diharapkan lebih sempurna karena berdasarkan dari pengalaman periode pertama. "Bahwa periode ini akan periode yang lebih sempurna, komplit dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan," ujar Ngabalin.

Ngabalin membeberkan bahwa ada beberapa nomenklatur yang berubah seperti yang ada lembaga dan badan. Ia  mengatakan setelah pelantikan bisa dengar beberapa nomenklatur yang sudah presiden susun.

Nantinya, ada beberapa kementerian dan lembaga akan memiliki wakil menteri untuk melakukan tugas teknis nantinya.

"Karena itu tadi saya bilang bahwa untuk periode kedua ini cukup komplit, karena presiden sangat concern terhadap masukan dan usulan," imbuh Ngabalin.

Namun, unsur tersebut dapat berasal dari anggota partai politik ataupun profesional. Tetapi, partai pendukung dalam sistem presidensil menjadi bagian yang tidak mungkin terpisahkan dari sebuah sistem pemerintahan.

"Cuma memang presiden mengharapkan agar tingkat kompetensi yang dipercaya diamanahkan untuk menduduki posisi-posisi itu adalah mereka yang punya kemampuan dan kapasitas. Dan yang lebih terpening itu adlah memiliki keberanian untuk menyampaikan kepda publik apa dan bagaimana yang sudah dikerjakan," ungkapnya.

Saat ini, tandasnya, presiden sadar bahwa lima tahun mendatang banyak sekali tugas-tugas yang berat.

"Tetapi karena itu dia harus dipimpin oleh orang-orang yang siap dan memiliki kompetensi yang cukup baik dari kapasitas maupun kapabilitas," jelas Ngabalin.

Hal itu bisa berasal dari seseorang yang memiliki latar belakang keilmuan yang cukup, pengalaman, dan keberanian.

"Presiden bilang ada teori. Teori penting. Tetapi yang paling penting itu adalah turun, turun, dan turun. Kemampuan eksekusi, itu syarat paling utama," tutup Ngabalin. (OL-09)

BERITA TERKAIT