20 October 2019, 06:20 WIB

Panggung Asri Saksi Pelantikan Jokowi-Amin


(Cah/X-3) | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.
Petugas menuruni eskalator di samping hiasan bunga bergambar Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin  

GEDUNG kura-kura atau Ruang Rapat Paripurna I Gedung MPR/DPR/DPD kembali menjadi saksi sejarah pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

Seluruh ruangan disulap menjadi taman penuh bunga. Nuansa alam kental terasa karena mulai lantai satu hingga lokasi pelantikan di lantai tiga dipenuhi dedaunan dan aneka bebungaan.

Sekjen MPR, Maruf Cahyono, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan suasana nyaman kepada Jokowi-Amin dan 1.100 undangan. Mereka ialah 711 anggota MPR, sekitar 100 tamu dan dubes negara sahabat, dan menteri dan ketua lembaga sekitar 100.

"Iya, ini kan hajat besar, hajat nasional. MPR menjadi tuan rumah wajib menunjukkan yang terbaik dan laik kepada para tamu dan undangan. Jadi, total keseluruhan tamu yang hadir sekitar 1.100," kata Maruf seusai geladi bersih di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Pelantikan presiden dan wakil presiden yang digelar mulai pukul 14.30 WIB, hari ini, merupakan momen langka dan istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa sehingga perlu dikemas dengan indah.

Hampir di seluruh kompleks MPR/DPR/DPD dihiasi kumpulan bunga yang semakin menghadirkan keelokan alam Nusantara. Perpaduan beragam jenis bunga seolah menyampaikan pesan ribuan suku bangsa yang berkumpul dalam satu nama, Indonesia Raya.

Setiap orang yang memasuki area pelantikan langsung merasakan atmosfer sejuk dan menenangkan berkat aroma bunga sedap malam yang kuat. Tidak kalah menyita perhatian ialah gambar wajah Jokowi-Amin di sela eskalator lantai I menuju lantai II. Wajah mereka berdua dirangkai dari ribuan kuntum melati.

Pesan harmoni juga terukir di dinding mimbar ruang rapat MPR yang menjadi tempat pelantikan. Peta seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibentuk dari bunga.

"Kita menerima tamu negara termasuk gubernur juga ada kepala negara, wakil kepala pemerintahan, dan duta besar negara-negara sahabat. Kita tentu harus berbenah mulai lingkungan di luar hingga dalam gedung. Ada perbaikan sedikit dan ada yang dibersih-bersihkan agar laik dan kita mendapatkan apresiasi positif dari para tamu," ujar Maruf. (Cah/X-3)

BERITA TERKAIT