19 October 2019, 22:27 WIB

Ribuan Warga Ikuti Parade Merah Putih dari Yogya untuk Indonesia


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

Antara
 Antara
Peserta pawai bertajuk Merah Putih dari Yogyakarta untuk Indonesia di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/10/2019).

RIBUAN warga Daerah Istimewa Yogyakarta meramaikan Parade Merah Putih di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (19/10), untuk menyambut pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024.    

Kirab yang mengusung tema Parade Merah Putih dari Yogyakarta untuk Indonesia itu diikuti oleh masyarakat Yogyakarta yang berasal dari 45 elemen dan komunitas.   

"Parade Merah Putih untuk Indonesia dari Yogyakarta tujuannya untuk menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden. Harapannya Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf dapat memberikan kemanfaatan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia," kata Koordinator Parade Merah Putih Widihasto Wasanaputra.    

Dalam rangkaian parade itu, empat buah gunungan diarak dari DPRD DIY menuju Halaman Benteng Vredeburg. Empat gunung itu yakni gunungan salak dari Sleman, gunungan bakpia dari kota Yogya, gunungan geplak dari Bantul dan gunungan sayur buah dari Watu Lumbung.    

Widihasto mengatakan, peserta pawai ini dari berbagai elemen masyarakat. Total ada sekitar 35 kontingen, mulai Paskibraka DIY, abdi dalem Kasultanan Yogyakarta, abdi dalem Kadipaten Pakualaman, Marching Band Universitas Gadjah Mada, Bregada Niti Manggala, GK Ladies, Srikandi Idaman, Laskar Kebaya Metal, Detasemen Cobra Airsoft Gun Club Yogyakarta, Marching Band SMA Bopkri II Yogyakarta, Bregada Klono Cipto Wening, hingha Batalyon TNI 403/Wirasada Pratista.

Ibu-ibu dari Kelompok Hadroh Uzwathon ikut meramaikan parade dengan menabuh rebana. Sembari berjalan menyusuri Jalan Malioboro mereka melantunkan Selawat Nabi dengan mengenakan busana muslimah bernuansa merah putih.    

Parade ini juga sekaligus menunjukkan keberagaman etnis dan budaya yang  dimiliki negeri ini dengan ditampilkannya atraksi seni, dari barongsay dan  liong hingga tarian dari Papua. Kelompok Barongsai Panbers pun ikut memeriahkan syukuran dan menampilkan empat barongsai serta liang liong dengan atraksi di sepanjang Jalan Malioboro.    

Menurut Widihasto, gunungan yang diarak layaknya upacara Grebeg di Keraton Yogyakarta memiliki pesan agar kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin lima tahun mendatang memberi kemanfaatan bagi masyarakat luas.   

"Publik berharap duet Jokowi dan Kiai Ma'ruf dapat memakmurkan rakyat Indonesia," kata dia.        

Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin diarak menggunakan gerobak sapi menyusuri Malioboro. Konsep gerobak sapi dipilih sebagai pesan agar kepemimpinan duet Jokowi-Ma'ruf senantiasa berkarakter sederhana. "Agar bervisi kerakyatan dan memihak pada nasib kaum buruh, tani dan wong cilik," kata Widihasto.    

Tidak hanya foto Jokowi dan Ma'ruf Amin, sejumlah foto tokoh nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan HB IX, Sri Paduka Pakualam VIII, Panglima Besar Jendral Soedirman, dan Ki Hajar Dewantara juga diarak enam mobil dari Jogjakarta Land Rover Community (JLRC).

Baca juga: Andai Ditawari Jadi Menteri, Kang Emil Pilih Tetap Pimpin Jabar

Widihasto mengatakan bermacam warna yang ditampilkan oleh para peserta parade menggambarkan keberagaman Indonesia. Menurut dia, hal itu menyiratkan pesan bahwa keberagaman itu hanya dapat dijaga dengan menjaga kerukunan dan gotong royong.    

"Kami berharap agar pemimpin yang baru bisa menjaga kedamaian seluruh masyarakat tidak ada konflik horizontal," kata dia. (Antara/X-15)
 

 

BERITA TERKAIT