19 October 2019, 17:02 WIB

Menggunakan Ojol, Paranormal Mendaftar Jadi Calon Wali Kota


Apuliskandar | Nusantara

MI/Apuliskandar
 MI/Apuliskandar
Pegiat budaya Ida Halanita Damanik Maju (baju putih) saat mendaftarkan diri sebagai calon wali kota ke DPD Partai NasDem Pematangsiantar.

PEGIAT budaya Ida Halanita Damanik ingin ikut dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.

Menggunakan ojek online, Ida Bersama bakal calon wakil wali kota Raul Diaz Damanik, mendatangi kantor DPD Partai NasDem Pematangsiantar, Jumat (18/10), untuk mendaftarkan diri.

"Terima kasih kepada DPD Partai NasDem Pematangsiantar yang telah menerima kami sebagai bakal calon kepala daerah tanpa mahar. Semoga ke depannya  kita mendapatkan bakal calon wali kota/wakil wali kota  yang benar-benar  mampu mengembangkan kota Pematangsiantar. Saya berkeinginan  menjadi  seorang ibu tempat pengaduan dan berkeluh kesah bagi masyarakat  Pematangsiantar. Banyak pengaduan masyarakat tidak ditindaklanjuti," ungkapnya.

Baca juga: Tabanan Komit Bangun Ekonomi Berbasis Budaya

Ida mengaku sudah lama sekali  berkeinginan untuk ikut serta  mengikuti pilkada Pematangsiantar melalui Partai Nasdem karena tertarik dengan politik tanpa mahar.

Ida Halanita Damanik pernah menjadi paranormal yang meramal dan menjadi guru spiritual dalam sebuah ritual dalam pencarian jenazah korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Nagori Tigaras, Simalungun. Hanya saja, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Ketua DPD Partai NasDem Pematangsiantar Frans Herbert Siahaan   mengapresisasi kedatangan Ida Halanita Damanik dan Raul Diaz Damanik untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota dan bakal balon wakil wali kota Pematangsiantar .

"Kami berharap setelah mengambil formulir pendaftaran untuk segera mengembalikan sebelum tanggal yang telah ditentukan dan segera dapat  diverifikasi dengan harapan membuahkan hasil yang memuaskan," tandasnya.

Frans sangat mengapresiasi dan menghargai tamu-tamu yang datang ke DPD Partai NasDem Pematangsiantar tanpa memandang kedatangan memakai kenderaan dan membawa apa. "NasDem memang menerapkan politik tanpa mahar," pungkasnya. (X-15)
 

BERITA TERKAIT