19 October 2019, 13:52 WIB

Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, Cile Tetapkan Status Darurat


Willy Haryono | Internasional

AFP/JAVIER TORRES
 AFP/JAVIER TORRES
Stasiun Macul Metro dibakar demonstran di Cile

PEMERINTAH Cile menetapkan status darurat di ibu kota Santiago usai aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga tiket kereta berujung ricuh.

Para demonstran,mayoritas adalah siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa, merusak sejumlah stasiun kereta api bawah tanah dan membakar beberapa bagiannya.

Di luar stasiun, para pengunjuk rasa memblokade sejumlah ruas jalan dan juga melakukan pembakaran di beberapa titik.

Tayangan televisi lokal memperlihatkan pedemo melempari mobil polisi dengan batu dan membakar sedikitnya satu bus.

Polisi antihuru-hara menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca juga: Kondisi Barcelona Semakin Mencekam

Bentrokan terbaru ini memperlihatkan jurang perbedaan kesejahteraan di tengah masyarakat Cile, negara terkaya di Amerika Latin, namun juga dengan tingkat ketidaksetaraan tertinggi.

Berbicara di televisi, Presiden Cile Sebastian Pinera mengatakan tujuan dari status darurat adalah untuk "memastikan ketertiban umum dan keselamatan publik."

Lewat status darurat ini, petugas keamanan diperbolehkan melarang masyarakat berkumpul atau bergerak ke tempat tertentu.

"Kami akan menyerukan sebuah dialog (dengan demonstran) untuk meredakan penderitaan mereka semua yang terkena imbas kenaikan (harga tiket)," ucap Pinera, dikutip dari BBC, Sabtu (19/10).

Sebelumnya, pada bulan ini, Cile menaikkan harga tiket kereta komuter hingga US$1,17 atau setara Rp16.500 untuk perjalanan di jam sibuk.

Pemerintah beralasan, penaikan harus dilakukan karena tingginya biaya energi serta melemahnya mata uang peso.

"Ada perbedaan antara demonstrasi dan vandalisme. Situasi saat ini bukan aksi protes. Ini sebuah kejahatan," tutur Pinera kepada Radio Agricultural, merespons rusaknya sejumlah stasiun kereta api bawah tanah.

Belum diketahui pasti ada berapa orang yang terluka dan ditahan dalam bentrokan dengan petugas. Mengenai pemicu bentrok, otoritas Cile menegaskan tidak akan menarik keputusan menaikkan harga tiket kereta.

Jaringan kereta bawah tanah di Santiago disebut-sebut sebagai yang paling modern di Amerika Latin. Total panjang lintasannya mencapai 140 kilometer dengan 136 stasiun. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT