19 October 2019, 17:15 WIB

Akbar Tanjung Sebut Jatah Kabinet Harus Sesuai Hasil Pemilu


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Ardi Teristi Hardi
 MI/Ardi Teristi Hardi
Akbar Tanjung

POLITIKUS senior yang menjabat Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) patut mempertimbangkan suara Golkar dalam pemilihan legislatif 2019 dalam penyusunan kabinet. Terlebih partai berlambang Pohon Beringin ini memiliki dua pimpinan di DPR dan MPR.

"Kami sudah lima tahun aktif membantu Pak Jokowi dan mendukung di 2019. Tentu saja harapan kami juga diposisikan sebagai partai politik yang mendapatkan tempat yang wajar di kabinet periode keduanya," kata Akbar pada diskusi bertajuk Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju, di Jakarta, Sabtu (19/10).

Ia mengatakan pertimbangan lain yang patut masuk dalam memutuskan jumlah kursi di kabinet adalah kekuatan politik Golkar.

Baca juga: KSPSI Harap Kabinet Jokowi Segera Diumumkan

Saat ini partai yang sempat ia pimpin itu memiliki dua kader yang menempati kursi Ketua MPR yakni Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Yang paling penting kita sebagai partai punya pengalaman yang cukup lama bidang pemerintahan dalam bidang pembangunan yang dimiliki Golkar. Jadi wajar kalau mendapat tempat yang cukup representatif," ujarnya.

Sayangnya, saat ditanya berapa kursi menteri yang wajar untuk Golkar. Akbar tidak mau mengungkapkannya.

Namun, menurut dia, nilai dari kewajaran itu pasti sudah dipahami pemilik hak prerogatif penyusunan kabinet.

Kemudian Akbar juga tidak menyoal komposisi kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2024.

Jelang pelantikan, petinggi partai melakukan komunikasi politik. Terakhir, partai oposisi dalam Pilpres 2019 membangun komunikasi dengan Jokowi dan partai koalisinya.

Gerindra, bahkan digadang-gadang mendapat jatah kursi menteri dalam kabinet jilid dua Jokowi.

"Kita juga mempunyai filosofi musyawarah mufakat dalam membangun satu kebersamaan berbasis pada bangsa. Karena itu ya wajar kalau seandainya yang duduk dalam kabinet juga mereka yang dalam kontestasi bukan pendukung dari Pak Jokowi," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT