19 October 2019, 14:30 WIB

Motivator Penampar Pelajar SMK di Malang Ditangkap


Daviq Umar Al Faruq | Nusantara

Ilustrasi MI
 Ilustrasi MI
Ilustrasi Pemukulan.

POLISI telah menangkap seorang motivator berinisial AS, yang diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jawa Timur. AS ditangkap di Surabaya, Jumat (18/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan AS kooperatif saat ditangkap. Bahkan kepada polisi, AS juga mengakui kesalahannya.

"Namun, proses hukum sudah ada di dalam Undang-undang. Di situ terancam hukuman pidana selama lima tahun," katan Dony, Jumat (18/10).

Dony menjelaskan polisi telah mendapatkan laporan terkait kasus ini sejak Kamis (17/10). Penyelidikan dan pencarian AS kemudian dilakukan hingga tersangka bisa ditangkap.

AS ditangkap karena disangkakan melanggar Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.

"Kita lihat nanti prosesnya. Mohon bersabar, kami masih melakukan pemeriksaan. Nanti akan kita lihat motifnya apa sehingga terjadi tindak pidana tersebut," jelasnya.

Baca juga: Orangtua di Bulukumba Sekap Anak di Kamar Mandi selama 9 Tahun

Dony menambahkan ada 10 pelajar yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan AS. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya telah melapor ke polisi.

"Yang satu masih mimisan. Nanti kita cek kembali. Kalau yang bersangkutan sudah bisa beri keterangan berita acara, kita periksa saksi. Yang terdata sementara sembilan orang. Tim sidik kami masih melengkapi lainnya dan saksi tambahan di TKP," ungkapnya.

"Hasil visum sementara yang baru keluar baru satu karena luka di bibir. Sisanya hanya lukas bekas lebam. Nanti akan sampaikan," pungkasnya.

Motivator berinisial AS sebelumnya dilaporkan ke polisi karena melakukan kekerasan terhadap delapan siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Peristiwa kekerasan itu terjadi saat AS memberikan materi motivasi dalam sebuah seminar, Kamis, 17 Oktober 2019.

Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang berinisial M mengaku dia bersama beberapa temannya ditampar AS saat kejadian tersebut. Dia sendiri ditampar di bagian mulut hingga sempat mengeluarkan darah.

"Ya ini saya mau laporan ke Polres," kata M, saat ditemui, Jumat (18/10). (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT