19 October 2019, 11:30 WIB

Queen Larang Trump Pakai Lagu We Will Rock You


Azhar Bagas Ramadhan | Hiburan

AFP/Mike Coppola/Getty Images
 AFP/Mike Coppola/Getty Images
Queen (Brian May dan Roger Taylor) tampil bersama Adam Lambert

BAND rock asal Inggris Queen melarang tim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan lagu mereka We Will Rock You dalam video kampanye pemilihan ulang baru.

Sebelumnya, pada 2016, Brian May dan Roger Taylor juga pernah berselisih dengan Trump mengenai penggunaan lagu We Are the Champions yang digunakan tanpa izin selama Konvensi Nasional Partai Republik.

Perwakilan Queen telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak Trump setelah sebuah video dari salah satu kampanye menampilkan singel yang dirilis pada 1977 itu.

Gitaris Queen, May kemudian merilis pernyataan yang mengutuk penggunaan lagu tersebut dan mengatakan, "Saya dapat mengonfirmasi izin untuk menggunakan lagu tidak diberikan".

Baca juga: Meski GAC Bubar, Gamaliel Tetap Bantu Audrey dan Cantika

"Kami mengambil saran tentang langkah-langkah apa yang dapat kami ambil untuk memastikan penggunaan ini tidak berlanjut. Terlepas dari pandangan kami tentang platform Trump, selalu bertentangan dengan kebijakan kami untuk memungkinkan musik Queen digunakan sebagai alat kampanye politik," kata May, seperti yang dilansir Aceshowbiz.

Queen bukan band pertama mengambil tindakan terhadap Trump, Dee Snider sebelumnya juga pernah mengungkapkan untuk meminta Trump berhenti menggunakan lagu band Twister Sisters, We're Not Gonna Take It, selama kampanyenya.

Sementara itu, band rock asal Kanada, Nickelback, juga pernah mengambil tindakan setelah Pemimpin AS kontroversial itu menampilkan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Bidden ke dalam video grup untuk foto dalam sebuah meme.

Band rock R.E.M. dan Aerosmith juga menyerang pria kelahiran 1946 itu karena menggunakan lagu mereka di aksi kampanye dan acara politik lainnya tanpa izin. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT