19 October 2019, 07:20 WIB

Siapa Bisa Menahan Liverpool?


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

MI/Seno
 MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo 

LIVERPOOL Juara Liga Premier 2020! Virgil van Dijk menilai pernyataan itu terlalu prematur. Tim Merah memang belum kehilangan satu angka pun dalam delapan pertandingan pertamanya musim ini. Tetapi, perjalanan menuju tangga juara masih jauh.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan kami juara. Perjalanan masih panjang. Kami tentu akan terus berjuang untuk meraih angka agar bisa mencapai mimpi kami menjadi juara," kata pemain terbaik Liga Inggris asal Belanda itu.

Sejauh ini memang baru tiga klub besar yang sudah dihadapi Liverpool yaitu Arsenal, Chelsea, dan Leicester City. Masih ada tiga rintangan berat yang harus mereka hadapi dalam empat pertandingan ke depan yaitu Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.

Sabtu malam ini ujian pertama yang harus dihadapi tidak tanggung-tanggung yakni tim 'Setan Merah'. Manchester United memang sedang terpuruk prestasinya sekarang ini. Namun saat menghadapi the Reds yang merupakan 'musuh bebuyutannya', MU bisa tampil berbeda. Apalagi mereka akan bermain di depan pendukung mereka di The Theatre of Dreams.

"Kami sangat kecewa harus kalah 0-1 dari Newcastle United. Beruntung ada satu minggu istirahat karena ada pertandingan internasional. Ini kesempatan bagi kami untuk berkumpul bersama dan menyatukan kekuatan untuk menghadapi Liverpool," kata center-back muda Axel Tuanzebe.

Ia sadar lawan yang harus dihadapi merupakan musuh besar 'Setan Merah'. "Sejak masih di Akademi, melawan Liverpool merupakan pertandingan besar dan tidak ada kamus lain, harus menang. Ini pertandingan yang brutal, bukan tippy-tappy game," tambah pemain berusia 21 tahun ini.

Tuanzebe merasa yakin bahwa MU akan menjadi tim pertama yang mengalahkan Liverpool. Hanya saja Pelatih Ole Gunnar Solskjaer dipusingkan cederanya Kiper David De Gea saat membela Spanyol di penyisihan Piala Eropa 2020. Playmaker Paul Pogba juga diperkirakan tidak bisa tampil juga karena cedera saat menjamu tamu istimewa dari Merseyside.

Beruntung tiga pemain yang ikut membela tim nasional Inggris yaitu Kiper Dean Henderson, center-back Harry Maguire, dan penyerang muda Marcus Rashford tidak mengalami masalah saat tampil menghadapi Republik Ceko dan Bulgaria di penyisihan Piala Eropa 2020. Meski harus bertandang ke Praha dan Sofia, baik Maguire dan Rashford tetap siap untuk tampil membela 'Setan Merah' menghadapi Liverpool. Keduanya mempunyai obsesi untuk membangun kembali kebesaran Manchester United.

AFP/Alberto PIZZOLI

Para pemain Liverpool.

 

James Milner

Dalam menghadapi MU yang bernafsu untuk menghentikan laju kemenangan Liverpool, The Reds mengandalkan pemain kawakan seperti James Milner. Dengan kematangan dua kali ikut membawa Manchester City memenangi Liga Premier, Milner diharapkan bisa memimpin rekan-temannya  untuk mengatur tempo guna merusak permainan tim tuan rumah.

Pelatih Juergen Klopp kagum dengan ketenangan yang dimiliki Milner. Pemain berusia 33 tahun itu dengan dingin mampu mengeksekusi tendangan penalti di detik-detik terakhir pertandingan saat Liverpool menaklukkan Leicester 2-1.

"Saya menyebut Milner sebagai Mr Professional karena kualitas dan komitmen kepada sepak bola," ujar Klopp memuji pemainnya.

Milner sendiri mengaku bahwa dirinya masih perlu terus belajar. Meski sudah 523 kali bermain di berbagai macam kompetisi dan 61 kali membela tim nasional Inggris, ia tetap merasa harus terus belajar karena setiap pertandingan itu tantangan yang harus dihadapi selalu berbeda.

"Mungkin sekarang ini tugas saya lebih membimbing para pemain muda. Tetapi, saya tetap belajar dari anggota tim yang lain, saya juga terus belajar dari pelatih," kata Milner merendah.

Klopp berharap kiper utama Alisson Becker bisa pulih untuk menjadi palang pintu menghadapi gempuran 'Setan Merah'. Kiper asal Brasil itu harus absen sejak pertandingan pertama musim ini karena cedera betis.

Kehadiran Becker akan menambah kekukuhan barisan belakang Liverpool. Apalagi kalau salah satu palang pintu andalan the Reds, Joel Matip benar-benar sudah pulih dari cederanya. Selama ini posisi Matip sebagai pendamping Van Dijk diisi center-back kawakan asal Kroasia Dejan Lovren atau pemain muda Joe Gomez.

 

Penuh emosional

Pertarungan antardua klub dari kota bertetangga selalu penuh dengan emosi. Pertemuan di antara keduanya menuntut fisik yang benar-benar prima. Istilah "brutal" seperti digambarkan Tuanzebe karena banyak terjadi benturan antarpemain.

Untuk itu baik Solskjr maupun Klopp akan memilih pemain yang kondisi fisiknya paling siap. Dengan kembali pulihnya Anthony Martial, penyerang asal Prancis ini menjadi andalan Solskjr sebagai ujung tombak. Selama ini finishing touch Setan Merah begitu buruk, apalagi peluang yang diciptakan juga sangat terbatas kesempatannya.

Daniel James yang menyumbangkan  satu gol saat membela Wales menahan imbang Kroasia 1-1, merupakan pilihan terbaik untuk mendampingi Martial di sayap kiri. Sementara Rashford seperti biasanya ditugaskan beraksi dari sayap kanan.

Di lapangan tengah, Setan Merah tinggal mengandalkan Juan Mata untuk menggantikan peran Pogba, sebab Jesse Lingard dipastikan absen karena cedera yang dialami. Atau pilihan lain ialah memercayakan kepada pemain muda asal Brasil, Andreas Pereira.

Dukungan Scott McTominay diharapkan bisa membantu Mata ataupun Pereira untuk bertarung di lapangan tengah. Pilihan terbaik Solskjaer untuk mengukuhkan barisan menduetkan McTominay dengan pemain kawakan Nemanja Matic.

Solskjaer kemungkinan akan menerapkan pola 4-2-3-1 untuk mengimbangi permainan Liverpool. Untuk merebut kemenangan, MU harus mencuri gol di menit-menit awal. Pereira bisa diandalkan untuk menerapkan strategi itu karena gelandang tim nasional Brasil ini mempunyai naluri menyerang yang kuat.

Kelemahan terberat bagi Solskjr ialah di jantung pertahanan. MU belum menemukan pasangan yang cocok bagi Maguire di jantung pertahanan. Victor Lindelof sering mudah untuk ditembus. Pilihan lain tinggal bergantung kepada keberaniannya untuk menurunkan Tuanzebe atau Eric Bailly.

Dukungan dari Aaron Wan-Bissaka sebagai bek kanan dan Luke Shaw sebagai bek kiri sangat diharapkan untuk bisa melapis pertahanan karena trio Liverpool Sadio Mane-Roberto Firmino-Mohamed Salah semakin padu dan variatif untuk membongkar pertahanan lawan. Tik-tak satu-dua di antara mereka sangat cepat dan akan membuat kiper MU Sergio Romero benar-benar harus bekerja keras nanti malam.

Pertarungan di lapangan tengah akan sangat menarik dan menentukan. Apalagi Milner didampingi gelandang yang sangat cerdik bermain, Fabinho. Gelandang asal Brasil itu semakin padu dengan pemain jebolan Feyenoord, Georginio Wijnaldum. Saat membela Belanda di penyisihan Piala Eropa 2020, Wijnaldum mempersembahkan dua gol untuk  membawa 'Tim Oranye' menang 2-1 dari tuan rumah, Belarusia.

Lapangan tengah Liverpool tidak hanya mampu menjadi menyuplai bola ke depan, tetapi bisa menjadi mesin gol yang mematikan. Klopp telah berhasil membangun sebuah tim yang sangat padu karena dua bek sayap mereka Trent Alexander-Arnold maupun Andy Robertson juga kuat dalam bertahan maupun dalam menyerang.

'Tim Merah' memang sulit untuk bisa ditahan musim ini. Mereka bergerak untuk menggilas semua rintangan yang menghalangi perjalanan mereka ke tangga juara. 'Setan Merah' harus tampil sangat luar biasa apabila ingin menghentikan langkah Liverpool.

 

 

 

BERITA TERKAIT