19 October 2019, 07:30 WIB

Dishub Tunggu Masukkan Warga Soal Jalur Sepeda


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

 ANTARA/Aditya Pradana Putra
  ANTARA/Aditya Pradana Putra
Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur

JALUR sepeda yang dibangun pemerintah provinsi (Pemprov) DKI di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan memiliki konsep yang berbeda. Ada kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah.

"Pola pendekatan untuk jalur sepeda beda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya kita bangun dulu infrastruktutnya baru diresmikan, saat ini, kita uji coba dulu baru dibangun agar tidak perlu tambal sulam," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (18/10).

Tujuan pendekatan itu agar seluruh elemen masyarakat bisa memberikan masukan terhadap jalur sepeda yang akan diresmikan.  Dengan demikian, diharapkan program tersebut sesuai ekspektasi masyarakat.

"Misalnya, kurang rambu atau berlebihan pasang cone. Jadi sampai November nanti, kita evaluasi terus," kata Syafrin

Baca juga: Dishub DKI Kaji Aturan Larangan Mobil tanpa Garasi

Pihaknya bersama Anies pernah berdiskusi dengan komunitas sepeda yang salah satu keinginan mreka adalah adanya jalur sepeda yang tidak terputus. Pasalnya, beberapa jalur sepeda tidak saling menyambung.

"Contoh di Melawai, ada jalur sepeda namun terputus 2 km. Kalau hanya bolak balik di situ oke aja. Tapi. pesepeda juga punya aktivitas lain jadi jalurnya tidak optimal. Jadi hasil berunding sama-sama baru ketemu 63 km ini," kata Syafrin

November mendatang, fase ketiga jalur sepeda sepanjang 15 km akan diluncurkan.

Fase pertama sudah diluncurkan pada September sepanjang 23 km dan fase kedua pada Oktober sepanjang 25 km. Total ada 63 km. (OL-2)

BERITA TERKAIT