19 October 2019, 06:20 WIB

Situasi Indonesia tidak Mengkhawatirkan


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mahfud MD

PENCETUS Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan saat ini kondisi Indonesia tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga masyarakat harus tetap tenang, tetapi tetap melakukan pengawasan terhadap eksekutif.

"Silakan perhatikan perilaku politik di tingkat pusat, tapi tidak usah resah," ujar Mahfud MD di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla, kemarin.

Dalam pertemuan dengan JK itu, Mahfud mengaku sempat membahas perihal ekonomi saat ini.

"Karena keadaan ekonomi kita tahun ini tidak buruk-buruk amat sehingga mari kita berjalan dengan tenang agar negara ini dapat menjalankan agenda-agenda konstitusionalnya untuk mencapai tujuan negara," ujar Mahfud.

Gerakan Suluh Kebangsaan dengan Wapres juga membahas banyak perihal Papua dan KPK dengan diskusi secara terbuka sehingga keduanya bisa saling mengerti apa sudut pandang antara masyarakat dan pemerintah baik soal Papua maupun KPK.

"Dan semuanya tetap tersedia jalannya untuk diperbaiki. Apakah soal Papua yang sering dikaitkan dengan separatisme, soal KPK yang dikaitkan dengan penguatan atau pelemahan. Itu biasa di negara demokrasi ada perbedaan," tandas Mahfud.

"Sekarang perbedaan itu sedang diolah dan nantinya menuju jalan konstitusional yang insya Allah bisa diterima kita semua," imbuhnya.

Agenda pertemuan Suluh Kebangsaan itu sebenarnya bertujuan untuk ramah-tamah serta mengucapkan terima kasih kepada JK atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Seperti diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan dilakukan lusa di Gedung DPR/MPR. Itu berarti Sabtu (19/10) menjadi hari terakhir Jusuf Kalla menjabat orang nomor 2 di Republik Indonesia.

 

Momong cucu

Selepas menjadi wapres, JK mengaku akan menikmati waktu bersama cucunya. JK pun mengaku bangga dapat membantu Presiden Jokowi mengelola pemerintahan sejak Oktober 2014 hingga Oktober 2019.

"Selalu baik. Semuanya baik. Kalau tidak baik, bagaimana kita meninggalkan pemerintahan. Saya akan melakukan urusan, sosial, pendidikan, dan agama. Saya akan menikmati waktu bersama cucu," kata JK.

JK juga mengapresiasi pola kepemimpinan Presiden Jokowi yang mengetahui secara mendetail sistem pemerintahan dan kondisi masyarakat di lapangan.

Menurutnya, Jokowi sangat dekat dengan rakyat sehingga dapat mendengar secara langsung kondisi yang dihadapi masyarakat. "Presiden mengetahui secara detail karena sering berkunjung ke daerah. Jadi, tidak bisa dibohongi."

Pada acara ramah-tamah sekaligus silaturahim ini antara presiden, wapres, dan para menteri itu berlangsung hangat dan cair penuh suasana kekeluargaan.

Acara dibawakan Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit berduet dengan pelantun lagu keroncong sekaligus seniman Endah Laras dan gitaris Jubing Kristianto.

Band para menteri, Elek Yo Band, juga tampil menyanyikan lagu My Way, sedangkan para menteri lain yang hadir menyaksikan sambil menikmati sajian ringan es krim dan jus kacang hijau. (Mal/P-1) 

BERITA TERKAIT