19 October 2019, 02:20 WIB

Arsha Naufal Mauritzan 55 Medali Olimpiade Matematika


MI | Humaniora

MI/Sumaryanto Bronto
 MI/Sumaryanto Bronto
Arsha Naufal Mauritzan

ANAK 10 tahun asal Malang ini terus mengasah minat dan kemampuannya memecahkan soal-soal sulit dari matematika. Bernama lengkap Arsha Naufal Mauritzan, prestasi siswa SD Islam Sabilillah itu patut diacungi jempol. Pasalnya, dalam usianya yang terbilang belia, ia telah memiliki total 55 medali Olimpiade. "Semuanya terdiri atas 45 medali emas, empat medali perak, dan enam perunggu yang didapatkan dari Olimpiade matematika tingkat nasional dan internasional," kata Arsha.

Arsha yang saat itu ditemani sang ibu, Ranny Rachmawati, sebenarnya telah menyukai pelajara matematika sejak usia 4 tahun yang saat itu sangat atraktif dan tak bisa diam. Ibunya kemudian memfokuskan pada kegiatan yang membuatnya fokus pada satu hal, yakni matematika. "Sejak kecil sebenarnya Arsha adalah anak yang atraktif. Tidak pernah diam sehingga saya mencoba untuk mengajarkan dia melakukan pekerjaan menambah fokusnya," kata Ranny.

Pada 2016, ia mengikuti Olimpiade tingkat internasional. Dia meraih medali perak di Thailand dan Tiongkok. Medali emas diukirnya pada 2018 di Singapura. Yang terbaru, Arsha Naufal Mauritzan meraih medali emas Asia International Mathematic Olympiad 2019 di Taiwan. Ia juga mendapat medali emas di World Mathematic Games Olympiad 2019 di Taiwan dan Star of Asia 2019 dengan nilai tertinggi dari seluruh tim.

Ditanya soal cita-citanya, Arsha mengaku ingin menjadi seorang insinyur. "Saat aku dewasa ingin sekali jadi insinyur," tutup Arsha yang kemudian disambut tepuk tangan penonton. (Wan/M-4)

BERITA TERKAIT