18 October 2019, 21:06 WIB

NasDem: Pelantikan Presiden Momen Pengukuhan Kedaulatan Rakyat


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI Muhammad Farhan

JELANG pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji mengajak seluruh masyarakat Indonesia mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji lintas angkatan menyelenggarakan pernyataan sikap dan doa bersama di Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta (18/10).

"Jika dalam pilpres kemarin masyarakat Indonesia terbelah berdasarkan pilihan calonnya, termasuk di antara komunitas alumni, maka kami alumni SMAN 3 Ngahiji ingin mengajak agar seluruh komponen bangsa kembali bersatu. Itulah mengapa kami mengadakan acara hari ini," ujar alumni SMAN 3 Bandung Muhammad Farhan yang juga anggota DPR RI dari Partai Nasdem.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh beberapa perwakilan, Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji menegaskan komitmen mereka untuk mengawal dan mendukung Joko Widodo sebagai presiden dan Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden yang terpilih secara sah berdasarkan konstitusi.

"Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan kami menyambut pelantikan Presiden Joko Wid odo dan Wapres Ma'ruf Amin," ungkap Ketua Umum SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji Debyannie Mamusung.

Para alumni SMAN 3 Bandung Ngahiji juga menyatakan menolak segala upaya untuk menghalangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019.

"Kami menolak setiap upaya untuk menghalangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang," tambah Ketua Panitia Muhammad Fariza Irawady.

Menurut Fariza, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih merupakan bentuk pengukuhan terhadap kedaulatan rakyat.

"Pelantikan ini mengukuhkan kedaulatan rakyat setelah rakyat Indonesia memberikan hak suaranya dengan datang ke TPS pada April lalu. Inilah people power sesungguhnya yaitu ketika rakyat berbondong-bondong ke TPS," tambah Fariza.

Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji juga mengutuk segala paham dan aksi terorisme yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan NKRI. Mereka juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa.(OL-4)

BERITA TERKAIT