18 October 2019, 20:50 WIB

PM Johnson Optimistis Menghadapi Ganjalan Parlemen


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson pada Jumat (18/10) akan berusaha untuk 'menjajakan' perjanjian Brexit-nya kepada anggota parlemen yang skeptis. Ia baru baru pulang dengan membawa kemenangan dari Uni Eropa tetapi berisiko mengalami kekalahan di parlemen.

Johnson melakukan kudeta besar dalam menyetujui kesepakatan perceraian baru dengan pemimpin Uni Eropa (UE), membuka jalan baginya untuk menunaikan janjinya membawa Inggris keluar dari blok pada 31 Oktober.

Namun, kesepakatan Kamis (17/10) masih harus melewati Dewan Rakyat atau House of Commons, yang mengadakan pertemuan untuk sesi khusus pada Sabtu (19/10) untuk membahas naskah Johson--dan banyak anggota parlemen sangat menentang.

Tampak lelah setelah berhari-hari negosiasi yang intens, Johnson mengatakan pada konferensi pers di Brussels Kamis malam bahwa ia sangat percaya diri untuk menyelesaikan kesepakatan.

Tetapi dia tidak memiliki mayoritas di antara anggota parlemen, partai-partai oposisi telah keluar menentang perjanjian itu dan bahkan sekutu parlementernya, Democratic Unionist Party (DUP) Irlandia Utara, mengatakan mereka tidak dapat mendukung ketentuan tersebut.

Jika Dewan Rakyat atau Majelis Rendah menolak kesepakatan pada Sabtu, Johnson akan dipaksa oleh hukum untuk meminta UE supaya menunda Brexit--yang akan menjadi yang ketiga kalinya--sesuatu yang katanya tidak akan dilakukannya.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berusaha untuk memokuskan pikiran anggota parlemen, mengatakan Brussels tidak melihat kebutuhan untuk memperpanjang proses Brexit tiga tahun yang berliku-liku.


Baca juga: Prancis Berhasil Gagalkan Serangan Teror Terinspirasi 9/11


"Kami memiliki kesepakatan, dan kesepakatan ini berarti tidak perlu perpanjangan apa pun," ujarnya--meskipun keputusan untuk menunda, jika diminta oleh London, akan tertuju untuk para pemimpin Uni Eropa.

Dia lebih lanjut memperingatkan jika PM Inggris menolak kesepakatan itu akan menciptakan situasi yang sangat rumit.

Johnson berjanji untuk menegosiasikan ulang unsur-unsur yang paling diperdebatkan dari teks perceraian yang disepakati dengan Brussels tahun lalu, yang ditolak oleh anggota parlemen tiga kali.

Tetapi dia memahami bahwa melepaskan Inggris dari empat dekade integrasi ekonomi, hukum, dan politik dengan tetangga-tetangga Eropa bukanlah tugas yang mudah.

Kesepakatan kompromi akhirnya dicapai pada Kamis, dengan pengaturan baru untuk tetap membuka perbatasan antara Irlandia Utara--wilayah Inggris--dan anggota UE, Irlandia.

"Sepertinya kita sangat dekat dengan bentangan akhir," kata Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk setelah para pemimpin blok mendukung naskah tersebut.

Johnson telah meyakinkan rekan-rekannya dari Eropa bahwa ia bisa mendapatkan kesepakatan di parlemen.

"Saya sangat yakin bahwa ketika rekan-rekan saya di parlemen mempelajari perjanjian ini, mereka akan memilihnya pada hari Sabtu, dan kemudian di hari-hari berikutnya," kata Johnson kepada wartawan.

"Ini adalah kesempatan kami di Inggris sebagai demokrat untuk menyelesaikan Brexit, dan keluar dari UE pada 31 Oktober," tandasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT