18 October 2019, 23:20 WIB

Optimalkan Aset, Bank Mandiri Bangun Gedung Anak Perusahaan


MI | Ekonomi

Ist
 Ist
Bank Mandiri

BANK Mandiri menggandeng salah satu perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.(WEGE) untuk membangun gedung baru bagi anak perusahaannya, Bank Mandiri Taspen (Mantap).

Pembangunan gedung tersebut diresmikan melalui acara seremonial peletakan batu pertama yang dihadiri Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo bersama Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo didam-pingi Direktur Keuangan & Strategi Panji Irawan dan SVP Corporate Real Estate Bank Mandiri Koga Husin, serta Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana.

Menurut Kartika, proyek yang dibangun di Jl Proklamasi No 31 Jakarta itu juga menjadi salah satu upaya strategis Bank Mandiri untuk mengoptimalisasi pengelolaan aset perseroan.

"Proyek ini untuk mengoptimalisasikan aset properti Bank Mandiri yang berada di lokasi strategis. Kita juga menyelesaikan cukup banyak proyek seperti kantor wilayah (kanwil) di Medan, kanwil Jayapura, kanwil Bekasi, dan saat ini sedang menyelesaikan Mandiri University di Daan Mogot," kata dia.

Dia menjelaskan bangunan tersebut rencananya akan dihuni anchor tenant, yaitu Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) yang merupakan anak perusahaan Bank Mandiri sebesar kurang lebih 80% luasan dari luas total.

"Bisnis Bank Mantap merupakan bisnis pensiunan yang potensial. Dalam setahun bisa selesaikan gedung ini dan cepat-cepat Bank Mantap bisa pindah ke sini," tuturnya.

Proyek yang dibangun salah satu perusahaan konstruksi pelat merah tersebut menurutnya merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN.

Dengan skema kerja sama BOT (build, operate, transfer) selama 30 tahun proyek tersebut ditargetkan selesai Desember 2020 dengan masa pemeliharaan 12 bulan.

"Meskipun sesama BUMN, kami tetap memastikan bahwa penetapan WEGE sebagai kontraktor pembangunan Graha Mantap ini telah melalui proses tender yang mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga diperoleh pemenang dengan penawaran terbaik," tambah Kartika.

Bangunan yang menelan biaya investasi Rp211 miliar itu, akan berdiri di atas lahan seluas 4.428 m2 dengan total luas bangunan Gedung kurang lebih 11.964 m2, terdiri dari 12 lantai untuk fungsi kantor dan 1 lantai semibasement dengan fungsi komersial di ground floor. (*/E-3)

BERITA TERKAIT