18 October 2019, 20:05 WIB

Pascarusuh, TNI-Polri Perbaiki Kerusakan Bangunan di Penajam


Rudi Agung | Nusantara

Ist
 Ist
Kerusuhan di Penajam Paser Utara

BANGUNAN yang rusak dan terbakar akibat aksi massa di ibu kota baru akan diperbaiki TNI. Hal itu diutarakan Dandim 0913 Penajam Paser Utara (PPU), Letkol Inf Mahmud.

Kerusakan terparah dalam aksi massa pada Rabu (16/10) lalu, sambung Mahmud, berada di sekitar pelabuhan penyeberangan kapal feri dan pelabuhan klotok, Kecamatan Penajam.

Beruntung, meski terjadi perusakan dan pembakaran, tidak ada korban jiwa saat aksi massa tersebut.

"Bangunan-bangunan yang rusak akibat kerusuhan, kami data dan akan segera diperbaiki kembali. Baik fasilitas umum seperti sekolah, jalan, maupun perkantoran. Tak terkecuali bangunan milik masyarakat," ujar Mahmud.

Sejak Kamis (17/10), TNI-Polri, PMI, bersama masyarakat membersihkan sisa-sisa puing kebakaran. Termasuk mengumpulkan data dan keterangan korban usai kejadian.

Menurut Mahmud, sebanyak 1 SSK Yonzipur 17 AD dan 1 SSK Yonkav 13 Lembuswana diterjunkan ke lokasi untuk membantu. Selain itu, para prajurit TNI dan kepolisian tetap disiagakan di tempat-tempat strategis untuk menyekat kemungkinan masuknya masyarakat luar yang ingin masuk ke Penajam. Hal ini untuk mencegah potensi terjadinya konflik yang baru.

Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino, mengatakan, para prajurit TNI dan kepolisian akan tetap disiagakan di lokasi hingga kondisi wilayah Penajam maupun PPU sudah benar-benar aman dan kondusif.

Ia mengatakan, di lokasi kejadian para prajurit diberi kepercayaan membantu masyarakat setempat untuk melaksanakan pembersihan sisa-sisa kerusuhan.


Baca juga: Keamanan Ibu Kota Baru Terkendali, Warga Diminta tidak Terpancing


"Bangunan yang rusak akan didata dan segera diperbaiki kembali oleh TNI-Polri berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten PPU," jelasnya.

Sejak Kamis kemarin, personel TNI, Polri, PMI, dan masyarakat bahu membahu membersihkan puing sisa kebakaran dan kerusakan bangunan.

Terkait pengamanan untuk menjamin kondusivitas ibu kota baru, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryatna, memaparkan, saat ini sejumlah personel dari Sat Brimob, Polairud, dan satuan lainnya sudah ditempatkan di sejumlah titik di PPU, khususnya di semua pintu masuk.

"Iya, di pintu masuk kita jaga, Polairud juga kita tempatkan di sekitar perairan," ujarnya.

Ia membenarkan adanya bantuan BKO Brimob dari Kalteng, Kalbar, dan Jatim. Jumlahnya, sebanyak 6 SSK atau sekitar 600 personel. Para personel ini didatangkan sejak Kamis kemarin.

"Mereka ditempatkan selain untuk pengamanan juga untuk pelayanan," jelasnya.

Sedikitnya ada 10 titik penempatan personel, yang tersebar di sejumlah wilayah di PPU. Titik ini dijaga petugas gabungan TNI-Polri. Terutama di titik perbatasan keluar masuk jalur ibu kota baru dengan daerah sekitarnya. Antara lain di pintu masuk Kabupaten Paser-Kabupaten PPU, Pelabuhan Penajam, Mapolres PPU, Lokasi kebakaran di KM 1 Penajam, KM 17 jalur masuk Balikpapan-PPU, dan sejumlah titik lain. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT