19 October 2019, 00:20 WIB

Adinia Wirasti Totalitas adalah Prinsip Hidupnya


Zubaedah HanumĀ  | Hiburan

MI/Permana
 MI/Permana
Aktris Adinia Wirasti

BAGI aktris Adinia Wirasti, 32, totalitas ialah prasyarat utama untuk seluruh film yang dimainkannya, termasuk ketika ia menerima tawaran peran sebagai Netta di film Lampor Keranda Terbang. Ini ialah film horor pertama yang dimainkan aktris peraih dua Piala Citra itu.

Dalam film Lampor Keranda Terbang garapan Guntur Soeharjanto, Asti dipasangkan dengan aktor Dion Wiyoko yang berperan sebagai Edwin, suami Netta. Sebelumnya, mereka pernah terlibat dalam satu proyek film yang digarap oleh rumah produksi yang sama, dengan judul Cek Toko Sebelah (2016).

Aktris kelahiran Jakarta itu mengaku kendala terbesar dari proyek film horror pertamanya ini ialah melepaskan karakter Ayu dan Yohan yang ia mainkan dengan Dion dalam film Cek Toko Sebelah.

"Kami terbuka dengan arahan apapun dari sutradara karena saya kerja dengan orang yang sama (Dion), tetapi saya ingin memunculkan karakter yang berbeda", tutur Asti, demikian ia biasa dipanggil, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Asti butuh waktu panjang untuk melepaskan karakter yang dulu sempat dimainkannya di film sebelumnya. Ia pun menceritakan mengenai proses apa saja yang harus dilaluinya untuk menjamin tidak ada lagi sisa karakter Ayu di film horor yang dibintanginya.

Pemeran Karmen dalam film Ada Apa dengan Cinta itu, bahkan sempat mengajukan syarat khusus rehearsal (latihan) dan pendalaman materi sebelum syuting dilakukan.

"Saya perlu waktu untuk bisa memproses skenario ini untuk siap masuk ke lokasi syuting. Proses yang harus saya jalankan ialah men-develop karakternya, adegannya, ceritanya dengan lawan main dan sutradara supaya ketika kami di lokasi syuting lebih siap," ujarnya.

Peraih penghargaan Best Actress National Winners di ajang Asian Academy Creative Awards (Drama Category) 2018 karena perannya di film Critical Eleven (2017) itu menginginkan agar tiap film yang diperankannya memiliki kualitas yang maksimal. Totalitas yang dijunjung tinggi Adinia Wirasti dalam setiap karyanya ialah prinsip hidup yang tidak bisa ditawar.

"Apapun genrenya, ketika saya suka, saya akan ambil. Ketika ini horor, saya harus keluar dari zona nyaman saya yang selama ini saya mainkan," imbuhnya.

Asti memulai karier sebagai seorang model pada sebuah majalah remaja. Debut aktingnya dimulai lewat perannya sebagai Karmen di Ada Apa dengan Cinta (2002) karya Rudi Soedjarwo. Di film itu ia beradu peran dengan Dian Sastrowardoyo, Sissy Priscillia, Ladya Cherill dan Titi Kamal.

Pada 2005, ia mendapatkan Piala Citra sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2005 untuk perannya dalam film Tentang Dia (2004). Asti kembali meraih penghargaan piala citra FFI sebagai Pemeran utama Wanita Terbaik dalam film Laura & Marsha (2013).

 

Kisah urban legend

Narasi cerita yang diangkat dalam film Lampor Keranda Terbang berasal dari kisah urban legend yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa sehingga menjadikan film tersebut matang dari sisi material cerita.

Narasi yang dituangkan dalam skenario inilah yang kemudian menarik minat adik dari Sara Wijayanto itu untuk mengambil peran Netta dalam film besutan rumah produksi Starvision.

"Netta ialah seorang istri dan perempuan yang stereotypical perempuan Jawa, yang semuanya dipendam. Dia seolah-olah tidak punya ruang untuk bicara, bahkan bicara untuk dirinya sendiri. Dia selalu menempatkan dirinya sebagai yang lebih lemah, yang lebih pasif, dan nurut suami. Akan tetapi, ada sesuatu yang dia pendam. Karakternya menarik, agak pasif, tetapi dia berusaha untuk overcoming happier", terang Asti. (*/H-2)

BERITA TERKAIT