18 October 2019, 15:29 WIB

DPR Ajak Masyarakat Hormati Pelantikan Jokowi-Amin


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin

WAKIL Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Christina Aryani mengajak masyarakat untuk turut serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Jokowi-Amin, Minggu (20/10). Ia pun mengatakan potensi hadirnya penyusup dalam demonstrasi untuk mengganggu khidmatnya puncak dari pesta demokrasi tersebut sangat besar.

"Saya mengimbau sebagai bangsa besar marilah bersama-sama kita sambut pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden besok dengan khidmat," katanya kepada Media Indonesia, Jumat (18/10).

Menurut dia, proses pemilu memiliki tahapan yang telah berlangsung dengan baik dan menjadi ruang konstitusional seluruh masyarakat. Pengambilan sumpah jabatan merupakan puncak dari proses pemilu, sehingga harus dipastikan berlangsung lancar, aman dan damai.

"Mari kita sambut bersama pelantikan Jokowi-Amin dengan suka cita," terangnya.

Di sisi lain, lanjut dia, ketika terdapat masyarakat yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi di tengah pelantikan berpotensi disusupi kepentingan pihak lain.

"Sepengetahuan saya aksi unjuk rasa tidak akan mendapatkan izin. Ini diskresi kepolisian yang menurut saya tepat diambil, semata-mata untuk mencegah penyusupan dalam demo yang kita paham betul sangat mungkin terjadi," pungkasnya.

Baca juga: Doa Bersama untuk Kelancaran Pelantikan Presiden

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menjelaskan perihal pengaman ekstra tebal di area ring 1 dan 2 gedung DPR, MPR, dan DPD pada saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober. Menurut Puan, pengamanan merupakan tanggung jawab negara untuk memastikan jalannya acara pelantikan secara aman dan tertib.

Bukan hanya terkait kemungkinan-kemungkinan ancaman yang bisa terjadi. Melainkan antisipasi ancaman ini menjadi tanggung jawab utama institusi intelijen. Namun, Puan enggan membeberkan secara pasti apakah memang ada ancaman tertentu yang didapat pihak intelijen terkait acara pelantikan nanti.

Menurut Puan, antisipasi pengamanan memang harus dilakukan dengan ekstra ketat. Hal itu juga akan memberikan pandangan positif terhadap dunia internasional bahwa Indonesia negara aman.

Jika memang pihak intelijen mendapat info tentang adanya kemungkinan ancaman pada saat acara pelantikan, maka wajib dilakukan deteksi dini terhadap kemungkinan tersebut.

"Intelijen itu tugasnya kan untuk mendeteksi, bahwa di lapangan yang namanya intelijen itu ya rahasia, senyap tidak boleh terdeteksi walau ada deteksi ya itu menjadi warning bagi semua pihak terkait untuk bisa melakukan antisipasi atau mitigasi," ungkap Puan.

Terkait keberadaan pihak yang ingin menggagalkan acara pelantikan presiden, salah satunya terbukti dari penangkapan Abdul Basith. Polisi pun mendapatkan beberapa barang bukti bom ikan di kediaman pria yang berprofesi sebagai dosen itu.(OL-5)

BERITA TERKAIT