18 October 2019, 15:00 WIB

Pemkab Klaten Gelar Pameran Ekonomi Kreatif 2019


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Bupati Sri Mulyani meminum kopi saat melihat stan Kecamatan Kemalang yang juga menampilkan produk unggulan minuman rempah

PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar pameran ekonomi kreatif di kompleks RSPD (Radio Siaran Publik Daerah) pada 17-20 Oktober 2019. Pameran yang diikuti 172 usaha kecil menengah (UKM) itu dibuka oleh Bupati Sri Mulyani dan dihadiri jajaran Forkopimda serta para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Klaten.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten Bambang Bambang Sigit Sinugroho melaporkan untuk kegiatan pameran ekonomi kreatif, pihaknya menyiapkan sebanyak 88 stan dengan jumlah peserta 172 UKM dari 26 kecamatan dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Klaten.

Kegiatan pameran ekonomi kreatif tahun ini dengan tema Aku Cinta Produk Klaten. Sebanyak 27 dari 88 stan yang ada menampilkan produk unggulan kecamatan, 11 stan klaster dan kelompok pelaku usaha nonklaster sejumlah 44 stan. Selain itu, terdapat lima stan pelaku usaha jasa pemerintah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PDAM, Bank Klaten, Bank Jateng, dan RSUD Bagas Waras.

Pada pameran ekonomi kreatif, peserta masing-masing kecamatan menampilkan potensi produk unggulan daerah. Seperti Kecamatan Gantiwarno yang memamerkan produk aneka tas dari Bank Sampah Desa Towangsan, Kecamatan Bayat produk kerajinan batik, Kecamatan Manisrenggo produk tahu dan sepatu dan Kecamatan Kemalang produk kopi dan minuman dari rempah.

Baca juga: Winda Syamsu Juara Pertama Lomba Pop Singer Klaten

Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan apresiasi kegiatan pameran ekonomi kreatif yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten. Ia pun menyambut positif anjuran agar produk UKM diberi label Aku cinta produk Klaten. Sehingga produk UKM daerah ini dikenal masyarakat hingga provinsi dan nasional bahkan internasional.

Menurut Sri Mulyani, dengan diberi label diharapkan produk Klaten akan semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Dengan demikian, pelaku UKM dapat berkembang sehingga dapat menyerap tenaga kerja guna mengurangi angka pengangguran.

Untuk itu, Pemkab Klaten berkomitmen mendukung perajin UKM untuk ikut bazar atau pameran di kota-kota lain bahkan tingkat provinsi dan nasional dengan biaya stan ditanggung APBD Kabupaten Klaten.

"Untuk mendorong pengembangan dan promosi batik Sindu Melati, sebagai produk batik khas Klaten, seluruh aparat sipil nasional (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten, kepala desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), RT dan RW di Kabupaten Klaten sudah memakai seragam batik Sindu Melati sebagai produk kebanggaan Kabupaten Klaten," ujar Bupati Sri.(OL-5)

 

 

 

BERITA TERKAIT