18 October 2019, 08:02 WIB

Gedung Putih Akui Alasan Trump Tahan Bantuan Ukraina Politis


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Nicholas Kamm
 AFP/Nicholas Kamm
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

SEORANG pejabat teras Gedung Putih, Kamis (17/10), mengakui bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menahan bantuan militer untuk Ukraina untuk mendesak Kiev melakukan penyelidikan politis AS.

Pengakuan mengejutkan itu menambah amunisi bagi upaya pemakzulan Trump yang digalang Partai Demokrat.

Penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan Trump secara diam-diam meminta bantuan negara asing untuk memberikan bantuan politik saat dia berusaha terpilih kembali sebaga Presiden AS.

Menurut Mulvaney, Trump menggunakan dana bantuan itu, Juli lalu, untuk mendesak Kiev melakukan penyelidikan atas dugaan Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) menyembunyikan sebuah server di Ukraina.

Baca juga: Surat Trump Berisi Kemarahan, Umpatan, dan Tekanan

Namun, Mulvaney juga mengatakan Trump tidak mau memberikan dana bantuan sebesar US$400 juta kepada Ukraina karena merasa negara itu korup.

"Apakah dia juga menyebut bahwa korupsi itu terkait server milik DNC? Tentu saja," ujar Mulvaney. "Itu merupakan alasan kami menahan dana bantuan untuk Ukraina."

Pernyataan Mulvaney itu mendukung tudingan Partai Demokrat bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaannya dan melanggar Undang-UNdang Pemilu.

"Mulvaney baru saja mengatakan bahwa dana bantuan militer AS untuk Ukraina ditahan sembari menunggu hasil penyelidikan Ukraina terhadap Partai Demokrat," cicit Ketua Komite Intelejen DPR AS Adam Schiff yang memimpin penyelidikan pemakzulan Trump.

"Segalanya telah berubah dari sangat buruk menjadi amat sangat buruk," imbuhnya.

Namun, Mulvaney bersikeras Trump tidak melakukan kesalahan karena apa yang dilakukannya didukung Departemen Kehakiman AS yang tengah menyelidiki kecurangan pada Pilpres 2016.

Mulvaney juga membantah penahanan dana bantuan itu terkait dengan penyelidikan tehadap Joe Biden, calon lawan Trump di Pilpres AS 2020.

"Penahanan dana bantuan itu sama sekali tidak terkait dengan Biden," tegas Mulvaney. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT