18 October 2019, 07:30 WIB

Kabinet Jokowi Utamakan Soliditas


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo.

PENGUMUMAN menteri beserta nomenklatur kabinet presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tinggal hitungan hari.

Jokowi akan menyampaikan susunan lengkap para pembantunya itu beberapa saat setelah pelantikan presiden dan wakil presiden, Minggu (20/10), atau sehari sesudahnya.

Partai-partai politik anggota koalisi yang setia mengusung Jokowi-Amin sedari awal menaruh harap siapa pun yang masuk kabinet membantu Jokowi mewujudkan visi-misi pemerintah.

Semua partai yang memilih bersama-sama satu perahu dengan pemerintah mengedepankan soliditas.

"(Menteri) tidak lagi memandang asal usul partai. Apakah pengusung, nonpengusung, dan profesional nonpartai. Kalau dia masuk kabinet harus terima visi-misi Presiden. Jangan membawa visi-misi baru. Presiden lebih mengutamakan soliditas untuk menjaga kekompakan anggota kabinet," kata Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate di Jakarta, kemarin.

Hal itu segaris dengan pernyataan Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP, Arsul Sani. Dia menegaskan partai nonkoalisi yang berlabuh belakangan ke Koalisi Indonesia Kerja bersikap selayaknya partai yang lebih dulu bergabung.

"Gerindra, Demokrat, PAN tidak boleh bersifat oposisi. PPP cuma memberikan underline, kalau masuk pemerintahan, jangan berlaku sebagai oposisi. Bahwa pengusung mendapat reward, iya, tetapi tidak bisa reward itu membatasi hak presiden," ujar Arsul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

 

Kapabilitas

Menjelang pelantikan presiden-wakil presiden dan pengumuman kabinet 2019-2024, banyak beredar bocoran nama-nama calon menteri. Jokowi memonitor nama-nama tersebut melalui akun Twitter @jokowi ataupun Instagram.

'Indonesia ini tak kekurang-an orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, serta bersedia mengabdi kepada bangsa. Saya umumkan setelah pelantikan Presiden 20 Oktober, bisa hari yang sama, atau setelahnya', tulis Jokowi di akun Twitter-nya yang disertai gambar gagang telepon berwarna hitam menggantung.

Di gambar itu ada tulisan tangan 'Sabar! Sebentar Lagi'.

Hingga pukul 12.30 WIB, cicitan yang diunggah sekitar pukul 08.51 itu di-retweet 1.384 kali dan 6.914 orang menyatakan suka.

Dalam penilaian anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria, partainya meyakini Jokowi memiliki pertimbangan matang dalam menyusun kabinet jilid kedua.

"Gerindra siap membantu. Kami yakin kabinet diisi orang-orang terbaik dari partai atau profesional nonparpol. Pak Prabowo menyampaikan visi, misi, dan program untuk kepentingan bangsa. Presiden punya hitungan berapa idealnya partai di kabinet dan berapa di parlemen. Presiden sangat paham," tutur Riza.

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin dalam Pemilu 2019, Erick Thohir, menanggapi survei yang memilih dirinya berpotensi menjabat menteri olahraga, menteri perdagangan, atau kepala staf kepresidenan.

"(Jadi menteri) harus punya track record dan kapabilitas karena sekarang eranya perang ekonomi. Saya berharap menteri itu pernah berkontribusi memenangkan Jokowi-Amin," tandas Erick seusai bertemu Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. (Mal/Ths/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT