18 October 2019, 02:40 WIB

Pasar Keuangan Syariah makin Menjanjikan


M Ilham RA | Ekonomi

Dok. Mandiri
 Dok. Mandiri
Salah satu pelayanan di Bank Syariah

INDONESIA menempati peringkat pertama dalam Global Islamic Finance Report (GIFR) dengan capaian skor 81,93 pada Islamic Finance Country Index (IFCI) 2019. Capaian tersebut terbi-lang cukup baik karena di 2018 Indonesia berada di peringkat ke-6 dengan skor 24,13.

"Itu karena adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan keuangan syariah," kata Director General of Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge-IIF) Humayon Dar di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, kemarin.

GIFR 2019 merupakan laporan tahunan perbankan dan keuangan syariah yang dipublikasikan Cambridge-IIF dan diproduksi Cambridge IFA, yaitu sebuah lembaga kajian global untuk industri perbankan dan keuangan yang berbasis di Inggris.

Dalam pandangan Cambridge-IIF, capaian Indonesia tersebut tak lepas dari keberhasilan delapan komponen yang mendukungnya, yaitu efektivitas Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai pengawas syariah, regulasi yang berhubungan dengan keuangan syariah, jumlah bank syariah, unit usaha syariah (UUS), bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS), serta institusi nonbank syariah di sebuah negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya keras pemerintah bersama para stakeholder dalam memajukan perekonomian syariah.

Hal itu karena saat ini perekonomian syariah dinilai menjanjikan seiring dengan tren populasi muslim global yang terus meningkat.

Bambang menyebut, di 2030 mendatang, jumlah penduduk muslim dunia diprediksi akan melebihi seperempat populasi global.

Hal tersebut harus dijadikan momen untuk terus mendorong perkembangan perekonomian syariah.

"Seiring dengan pertumbuhan populasi tersebut, pasar ekonomi syariah global di 2023 diperkirakan akan mencapai US$3 triliun dan aset keuangan syariah mencapai US$3,8 triliun," ujar Bambang.

Festival ekonomi syariah

Di kesempatan berbeda, Bank Indonesia bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berkomitmen mendukung Indonesia menjadi pusat rujukan ekonomi dan keuangan syariah global.

Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-6 yang akan digelar pada 12-17 November 2019 di Jakarta.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Suhaedi menyebut acara tersebut dapat mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Misinya adalah Indonesia menjadi pusat rujukan ekonomi syariah global," ujarnya, kemarin.

ISEF 2019 mengusung tema Sharia economy for stronger and sustainable growth". Prog-ram itu menjadi bagian dari agenda ekonomi syariah di seluruh dunia sepanjang 2019, di antaranya Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), Global Islamic Economy Singapore (GIES), Halal Trade Expo Korea, London Sukuk Summit, dan Washington DC Halal Expo & Summit 2019. (*/E-2)

BERITA TERKAIT