18 October 2019, 00:20 WIB

Srebrenica Saksi Kelam Genosida


Patna Budi Utami | Internasional

MI/Patna Budi Utami
 MI/Patna Budi Utami
Mengenang tragedi Bosnia

SAAT mendengar nama Srebrenica, salah satu kota di Bosnia dan Herzegovina, ingatan melayang pada peristiwa pembantaian massal etnik muslim Bosnia oleh pasukan Serbia pimpinan Jenderal Ratko Mladic pada 1995. Di kota kecil yang terletak sekitar 150 kilometer dari Sarajevo itulah kini terdapat pusat peringatan dan permakaman para korban peristiwa pembantaian paling keji di Eropa setelah Perang Dunia II. Tepatnya di Desa Potocari.

Selain kompleks permakaman korban, di seberangnya juga terdapat museum yang dapat membawa pengunjung ke masa memilukan tersebut.

Di samping pintu gerbang kompleks permakaman, berdiri pelang beton bertuliskan 'Srebrenica-Potocari Memorial and Cemetery for the Victims of the 1995 Genocide'. Begitu masuk, ribuan makam bernisan putih berjajar rapi mengikuti lekuk bukit.

Saat wartawan Media Indonesia Patna Budi Utami datang bersama Dubes RI untuk Bosnia dan Herzegovina, Amelia Achmad Yani, daftar nama para korban tertulis di prasasti di depan makam-makam itu. Dari keluarga Tabakovic misalnya, tertera 36 orang menjadi korban, mulai yang tertua, Junuz Selim Tabakovic kelahiran 1939 hingga Ramiz Hazim Tabakovic kelahiran 1979.

Prasasti itu juga menyebutkan total korban sebanyak 8.372 orang. Namun, menurut Hasan Hasanovic selaku kurator Srebrenica Genocide Memorial, yang dimakamkan di lokasi itu baru 6.643 orang, sisanya masih diidentifikasi. Ada juga 225 orang dimakamkan di tempat lain karena ketidaktahuan keluarga tentang adanya permakaman khusus tersebut.

Potocari menjadi lokasi Srebrenica Genocide Memorial mulai 2003 karena di desa kecil itu sedikitnya 1.200 orang dibunuh saat mereka akan dievakuasi ke kota lain yang aman, Tuzla.

Para korban, yang terdiri atas laki-laki dewasa dan anak-anak, ialah pengungsi yang mencari perlindungan pasukan Belanda. Mereka tinggal di bekas pabrik baterai. Namun, di tempat itulah para laki-laki dewasa dan anak-anak dipisahkan dari kaum perempuan lalu dieksekusi.

Korban lainnya tersebar di luar Potocari. Mereka dibunuh, lalu dikubur di sejumlah tempat terpisah.

Sejak Srebrenica Genocide Memorial dibangun mulai 2003, para korban digali dari kuburan, diidentifikasi melalui tes DNA lalu dimakamkan terpusat di Srebrenica Genocide Memorial.

Hingga kini upaya pencarian dan identifikasi korban terus berlangsung sehingga tidak mengherankan bila di kompleks permakaman seluas 10 hektare itu masih terlihat beberapa makam baru. (X-11)

BERITA TERKAIT