17 October 2019, 18:00 WIB

Pacu Profesionalitas SDM Pemkab, Apkasi Gelar Bimtek Protokol


Ghani Nurcahyadi | Politik dan Hukum

Dok. Apkasi
 Dok. Apkasi
Penyelenggaraan Bimtek Protokol dari Apkasi

KEBERHASILAN kegiatan Bupati atau pejabat di pemerintahan kabupaten sangat tergantung profesionalitas kerja bagian protokolernya, terutama pada masa kini saat daerah memiliki otonomi sehingga dituntut untuk mampu melakukan interaksi secara langsung dengan pihak luar.

Tugas seorang protokol pun menjadi tidak ringan karena keberhasilan sebuah pertemuan baik bernilai ekonomi, budaya, politik maupun lainnya akan tergantung pada  kesempurnaan pengaturan.

Untuk meningkatkan kualitas para protokol di Kabupaten, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) mengenai keprotokolan di Jakarta pada 15-16 Oktober yang mengusung tema ”Menghasilkan SDM Protokol yang Andal Guna Sukseskan Kegiatan Pimpinan”.

Bimtek tersebut diikuti oleh 15 Kabupaten seluruh Indonesia terbagi dalam dua kelas yaitu kelas dasar dan kelas lanjutan.

Kepala Humas dan Keprotokolan Apkasi Mirza Fikry mengatakan keberhasilan kegiatan bupati atau pejabat pemerintahan kabupaten, sangat tergantung profesionalitas bagian protokoler.

Baca juga : Apkasi Kerja Sama Dengan Bukalapak Genjot Ekonomi

Sosok protokol dibutuhkan perannya secara profesional dalam mengatur pertemuan-pertemuan dengan investor, tamu dari tingkat nasional maupun internasional, dan yang terpenting menata dengan rapih kegiatan pimpinannya.

“Dalam hal ini, protokol dituntut untuk mampu mengorganisir acara dengan baik sejak persiapan, pelaksanaan, hingga acara berakhir,” kata Mirza dalam keterangan tertulisnya.

Dalam Bimtek yang berlangsung selama dua hari tersebut, peserta mendapat pencerahan dari nara sumber yang kompeten, baik dari kalangan pemerintah maupun profesional.

Pihak pemerintah diwakili nara sumber dari Sekretariat Negara (Setneg) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan menghadirkan materi mengenai pengaturan protokolan beserta strategi, teknis dan studi kasus.

Sedangkan dari para praktisi  hadir jurnalis senior yang membawakan tema bagaimana menghadapi media  dan master ceremony (MC) profesional, dimana menjadi MC merupakan salah satu hal terpenting dalam dunia keprotokolan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT