17 October 2019, 20:13 WIB

SDM Indonesia Harus Miliki Kompetensi Literasi Digital


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Victor Chan, CEO International Test Center menjadi pembicara dalam seminar kepemimpinan di Jakarta, Kamis (17/10).

DI era serba digital saat ini, data adalah salah satu alat paling ampuh untuk mengukur, melibatkan, menginformasikan, dan menciptakan peluang untuk setiap individu. Khususnya data penilaian yang berstandar internasional dapat diimplementasikan bersama dengan jalur pendidikan bagi calon lulusan ataupun angkatan kerja.

Didukung kemajuan teknologi, data akan membantu dalam menentukan perlakuan, pengambilan keputusan, dan rencana strategis untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Hal tersebut disampaikan dalam  ITC Leadership Seminar 2019.

International Test Center (ITC), sebagai salah satu lembaga yang mengembangkan SDM melalui pelaksanakan asesmen dan program pelatihan, kembali melaksanakan ITC Leadership Seminar di JS Luwansa Hotel Jakarta, Kamis (17/10).

“Ini adalah tahun ke-10 kami dalam menyelenggarakan seminar kepemimpinan ini sebagai bukti konsistensi kami dalam mendukung sektor pendidikan, perusahaan, dan pemerintah dalam meningkatkan program pengembangan sumber daya manusia mereka," kata Victor Chan, CEO International Test Center di Jakarta, Kamis (17/10).

Seminar tersebut menyediakan forum bagi para pemimpin perusahaan, pendidikan, dan lembaga pemerintah di Indonesia, untuk berbagi informasi terbaru, untuk bertukar pikiran, dan membangun jejaring dengan mengangkat tema Mining the Data to Ensure Graduates and HR Candidates are Competitive and 21st Century Work Ready.

Victor Chan menambahkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan adalah untuk mengeksplorasi tentang pentingnya data penilaian yang berstandar internasional untuk memastikan calon lulusan ataupun kandidat SDM unggul dan berkompetitif.

Salah satu data penilaian yang dimaksud adalah kemampuan bahasa Inggris dan literasi digital. Tidak dapat dipungkiri saat ini angkatan kerja dituntut untuk memiliki aspek kemampuan yang sesuai dengan perkembangan global.

Peserta yang telah ataupun yang belum memiliki data penilaian tentang bahasa Inggris dan kompetensi literasi digital, diharapkan dapat mendapatkan inspirasi untuk mengoptimalkan data tersebut. Peserta juga diharapkan menjadi salah satu pertimbangan untuk langkah selanjutnya dalam pengembangan SDM.

Kemampuan bahasa penting

Di kesempatan yang sama, Direktur Produktivitas Ditjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan, Fahrurozi mengatakan anak bangsa harus diberikan pelatihan dan kompetensi untuk masuk dunia kerja.

"Kemampuan berbahasa menjadi bagian penting untuk bersaing dalam industri 4.0. Sertifikasi sangat penting untuk menunjukan bagaimana kompetensi atau kemampuan seseorang atau calon tenaga kerja sehingga mereka akan lebih percaya diri dan siap masuk dunia kerja," kata Fahrurozi.

Fahrurozi menambahkan bahwa tantangan sektor ketenagekerjaan di Indonesia adalah terkait profil tenaga kerja yang ada di bawah serta adanya globalisasi yang memberikan dampak terhadap human reosurces. Karena itu pemerintah akan terus meningkatkan  pendidikan, pelatihan dan vokasi dengan masif dan fokus. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT