17 October 2019, 19:17 WIB

Pesan Damai, Tokoh Bangsa Kompak Hadiri Pelantikan Presiden


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Jusuf Kalla

PIMPINAN MPR kembali melanjutkan safarinya mengantarkan undangan acara pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 secara langsung kepada para tokoh bangsa.

Kali ini giliran Wakil presiden Jusuf Kalla yang mendapat kunjungan dari 9 pimpinan MPR.

Pertemuan berlangsung di rumah dinas wakil presiden Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (17/10) pagi. Pertemuan berlangsung hangat diselingi dengan agenda sarapan bersama masakan Indonesia seperrti lontong sayur hingga nasi dan ayam goreng.

Dalam kesempatan tersebut secara khusus pimpinan MPR juga menyampaikan terima kasih atas berbagai jasa pengabdian JK selama mendampingi Joko Widodo di periode 2014-2019 maupun sebagai pendamping Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan JK bersedia menghadiri undangan pelantikan.

Baca juga : Gerindra Sebut Safari Politik Prabowo Untuk Keutuhan Bangsa

"Pak JK menyatakan akan hadir di acara pelantikan untuk menyaksikan KH Maruf Amin yang menggantikan dirinya sebagai Wakil Presiden melanjutkan tongkat estafet mendampingi Presiden Joko Widodo selama 2019-2024," ungkap Bamsoet.

Adapun ke-8 pimpinan MPR lain yang turut hadir mendampingi Bamsoet dalam kesempatan tersebut yaitu Fadel Muhammad (DPD), Ahmad Basarah (PDIP), Ahmad Muzani (Gerindra) , Jazilul Fawaid (PKB), Lestari Moerdijat (Nasdem), Syarief Hasan (Partai Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), dan Arsul Sani (PPP).

Bamsoet menejlaskan sebagai tokoh yang dua kali menjadi wakil presiden, JK memiliki banyak pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dalam membenahi kehidupan kebangsaan dan ketatanegaraan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, seusai purna pengabdian sebagai Wakil Presiden 2014-2019, dikatakan oleh Bamsoet MPR akan tetap berkonsultasi dengan JK untuk menyerap berbagai ilmu dan pemikirannya.

“Kita juga mendapat masukan bahwa yang perlu dipikirkan ke depan adalah hubungan antarlembaga negara. Pak JK selama ini mengamati dengan cermat konstitusi dan tata negara yang menyatakan tidak ada lembaga tertinggi dan tinggi negara. Jadi semua sama sebagai lembaga negara. Sekarang perlu kita pelajari untuk bagaimana mendudukan atau kedudukan MPR di antara lembaga negara lainnya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, JK mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pimpinan MPR yang sudah menydiakan waktu secara khusus untuk mengantarkan undangan acara pelantikan presiden dan wakil presiden kepada dirinya secara langsung.

JK menyatakan akan hadir untuk melihat proses pelantikan pengganti dirinya sebagai pendamping Jokowi.

Baca juga : Mahasiswa-Pemuda Dukung Kelancaran Pelantikan Jokowi-Amin

"Bagi saya acara ini juga penting, karena di samping menyaksikan pelantikan presiden dan wapres yang baru, saya juga tentu mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama 5 tahun terakhir," ujarnya.

Sebelumnya pimpinan MPR juga sempat menyambangi kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Jawa Barat, Rabu (16/10) malam

 Tujuannya sama, yakni menyampaikan undangan resmi pelantikan presiden dan wakil presiden pada Minggu, 20 Oktober 2019.

"Pak SBY menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden. Sekaligus juga ingin memberikan pesan kepada seluruh dunia bahwa suhu politik Indonesia sangat kondusif," kata Bamsoet.

Sebelumnya, pimpinan MPR juga sudah berkeliling dan menyampaikan undangan untuk Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, hingga Presiden Jokowi. (OL-7)

BERITA TERKAIT