17 October 2019, 17:10 WIB

Titik Panas di Indonesia Terakhir Naik Signifikan dalam Setahun


Indriyani Astuti | Humaniora

ANTARA/Wahdi Septiawan
 ANTARA/Wahdi Septiawan
Warga berada di tepi Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jambi, Selasa (15/10).

TOTAL jumlah titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia untuk tahun ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.

Data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  pada titik panas pada 1 Januari–13 Oktober 2019  berdasarkan pantauan Satelit NOAA sebanyak 7.810 titik. Sedangkan pada periode yang sama 2018 jumlah titik panas terdeteksi sebanyak 4.362 titik.

"Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 3.448 titik  atau 79,05 %," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, kemarin.

Adapun jumlah titik panas berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan confidence Level di atas 80% yakni 23.882 titik, pada periode yang sama  2018 jumlah hotspot sebanyak 8.279 titik atau terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 15.603 titik / 188,46 %.

Aksi lapangan sudah dilakukan untuk menurunkan titik panas antara lain di  Provinsi Sumatra Utara, patroli harian dalam kondisi normal dilakukan oleh Manggala Agni Daops Pematangsiantar, Daops Sibolangit dan Daops Labuhanbatu. Di Provinsi Riau, Jambi, juga dilakukan hal serupa. (OL-09)

BERITA TERKAIT