17 October 2019, 16:39 WIB

Zhong Tong Dipakai, Anies: Meski dari China, Tapi Komponen Eropa


Selamat Saragih | Megapolitan

MI/IMMANUEL ANONIUS
 MI/IMMANUEL ANONIUS
Bus transjakarta asal china Zhong Tong yang sempat dikandangkan era pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama kini dipakai kembali.

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, mulai angkat bicara soal kembali beroperasinya bus Transjakarta merek Zhong Tong produk China. Karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekarang ini tidak lagi melakukan pembelian armada bus baru.

"Coba tanya kepada pak Dirut Transjakarta ya. Karena kalau Pemprov DKI Jakarta sudah tidak lagi membeli bus tentu kita membeli jasa," ujar Anies, di Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).

Menurut dia, untuk pengadaan bus PT Transjakarta, Pemprov DKI menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yaitu operator bus.

Untuk bus merek Zhong Tong, PT Transjakarta menjalani kesepakatan dengan Perum Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

Maka semuanya menjadi tanggung jawab pengelola. Karena Pemprov DKI hanya membeli jasa, lanjut Anies.

"Jasanya dibayar, kemudian Pemprov DKI Jakarta menentukan Standar Pelayanan Minimun (SPM). Jadi selebihnya tanggungjawabnya dengan pengelola," kata Anies.

Baca juga: Dikandangkan Era Ahok, Bus Zhong Tong Dipakai Transjakarta lagi

Bahkan pihak operator bus Transjakarta mengakui Zhong Tong memang produk China, tapi komponennya dari Eropa, Amerika, dan Korea, lanjutnya.

Terkait keamanan bus, Anies enggan berspekulasi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berpendapat, detail mengenai standar keamanan operasional telah diatur dalam perjanjian yang disepakati pihak Transjakarta dan operator.

"Pasti ada kontrak kerja samanya, di dalam kontrak itu ada aturannya," ungkapnya.

Perum PPD mengoperasikan sebanyak 21 unit bus dari 59 bus Zhong Tong sejak tiga hari lalu.

Bus-bus tersebut merupakan pengadaan tahun 2012-2013 oleh PPD yang memenangkan lelang dari Badan Layanan Umum Daerah Transportasi Jakarta (sekarang PT Transjakarta). (OL-4)

BERITA TERKAIT